~ Ilmu Hakekat Insan ~

ILMU HAKEKAT INSAN adalah rahasia insan diri kita yang harus diketahui, inilah yang dimaksud oleh paham tasauf sebagai SURGA MAKRIFATULLAH
.
Bahwa keadaan insan diri mukmin itu adalah himpunan 7 sifat LATIFAH yaitu :
1. Latifatul Qolbi = getaran hidup didalam jantung
2. Latifatur Ruh = getaran hidup didalam paru-paru
3. Latifatus Sirr = getaran hidup didalam limpa
4. Latifatul Khafi = getaran hidup didalam hati
5. Latifatul Akhafa = getaran hidup didalam empedu
6. Latifatu Nafsun Nathiqah = getaran hidup didalam otak
7. Latifatu Kulli Jasadi = getaran hidup didalam seluruh jasad

Seluruh getaran hidup inilah yang bermakna : HU…. HU…. HU…. HU….
Dia AHMAD… Dia…. MUHAMMAD…

Itulah AKU yang sebenar-benarnya AKU.
Itulah SURGA MAKRIFAT.
Itulah JANNATUN NA’IM.
Itulah kesempurnaan nikmat yang maha Kekal di akhirat nanti,
Saatnya kita di ridhoi menyaksikan Insanul Kamil … Diri AHMAD.

Maka itulah hakekat surga yakni Jannah yang sebenar-benarnya.
Karena AHMAD itulah MALIKI YAUMIDDIN.
Yang memiliki Syafa’at di akhirat nanti,
Karena AHMAD itulah MALIKIL JABBAR.
Yang memiliki Nikmat yang kekal di akhirat nanti,

Dan…

Hakekat Neraka yakni azab Jahanam
Yaitu,
Mereka-mereka yang tidak di ridhoi menyaksikan Insanul Kamil.
Lalu..,
Dirasakanlah atas mereka azab yang sangat bersangatan…
Namun ,
Karena kasih sayang Rasulullah kepada umatnya akhirnya di selamatkan.

Bahwasanya akan disuruh Malaikat-malaikat Rahmat agar mengeluarkan umat Rasulullah dari ‘neraka’ itu bagi siapa yang masih ada imannya ..
sebesar zarrah.., atau separuhnya.., atau seperempatnya.., atau sekecil-kecilnya..
Kemudian di berikan kesempatan untuk menyadari….
Apakah masih belum puass…?

“Bahwa AKU yang sebenar-benarnya hanyalah AHMAD”
“Bahwa AKU yang sebenar-benarnya AKU adalah ALLAH”

…. mau sampai kapan…?

Suka ·  · Berhenti Mengikuti Kiriman · 1 Desember 2012 pukul 12:59

  • Qaalib Majdzuub Jadi benar pak, jika kunci ibadah adalah shalawat?
  • LAbu SoNgo luarr biasa….izin belajar pak…makasiih
  • Anas Cholis apa benar, sejatinya AKU adalah MUHAMMAD, dan sejatinya MUHAMMAD adalah ALLOH..? tiga sifat yg tidak bisa dipisahkan..? mohon penjelasannya. trimakasih.
  • Ilmu Hakekat Insan @Anas Cholis, @all.. 
    Sudah waktunya kalian sadari …

    ALLAH adalah Kalamullah dan Qadim..
    MUHAMMAD adalah kamulah dan qadim..
    Dua nama tidak terpisah.. satu kesatuan.

    Kalau dua nama dikatakan terpisah, 
    Maka..
    Binasalah akidahnya.. 
    Binasalah imannya.. 
    Binasalah islamnya.. 
    dan binasalah ihsanya…

    akan termasuk orang yang jahil…
    juga Yang mengatakan Nur Muhammad Muhadast
    Binasalah amalnya, 
    Binasalah segala perbuatannya..
    Beribadah seperti musyrik saja..

    Maka..
    Sangat perlu kalian pahami lagi,
    Hakekatnya dua nama itu dua wujud atau satu wujud…?

    Bahwa, HU… 
    Didalam ilmu Makrifat dinamakan ISMUL JALALLAH,
    yaitu nama tentang keadaan Maha Tunggi yang awal-awal telah ada dengan sendirinya,
    yaitu yang LAISA adanya.

    Bahwa, HU..
    Didalam Ilmu Hakekat bermakna tentang keadaan yang Maha Esa yang awal-awal telah ada.

    Bahwa, HUWA.. 
    Adalah diri Muhammad (AHMAD) 
    yang awal-awal telah ada yakni Al Insanul Kamil yang Maha Suci.

    Sahabatku,
    Keadaan Allah yang sebenarnya ini sungguh-sungguh sangat dirahasiakan.
    Bahwa Allah hanya nama Kebesaran Puji bagi Al Insanul Kamil … “AINUL MUHAMMAD”

    Paham ini aku sampaikan bagi mukmin yang berjiwa besar yang ada di group ini,

    Berpeganglah pada pendirianmu… 
    tetap… 
    jangan berubah lagi.. 
    sampai akhir hayat.

    Salamku untuk kalian yang namanya telah lebur di group ini.
  • Nol Kilo Meter W alaikum salam,teruskan pencerahannya biar kami tmbh paham.
  • LAbu SoNgo sekali lagi saya ucapkan trimakasih pak….

    Salam
  • Fahmi Dasal Salam kmbli bng
  • Ilmu Hakekat Insan Yang menjadi pokok pembahasan ilmu Makrifat pada mulanya adalah dari surah Al-Iklas
    “QULHU ALLAHU AHAD…”
    Dimaknakan mejadi :
    “Katakan hai Muhammad Allah itu Esa”
    Dari makna inilah timbul pendapat bahwa Muhammad Rasulullah itu manusia biasa, atau pesuruh Allah di dunia untuk menyelamatkan manusia dari pada kemusyrikan dan kemunafikan.
    QUL + HUWA = berkata HUWA domirnya ialah ANTA.
    Kalau Anta tidak ada maka tidak ada yang menyatakan : “Qulhu Allahu Ahad”

    Maka, Anta dalam Ilmu Makrifat ada dua makna yaitu :
    1. Anta yang Dzahir
    2. Anta yang Batin

    Adapun Anta yang dzahir adalah Al Insan Nabi kita Muhammad SAW, maka insan itu adalah alat komunikasi atau sebagai jarum jam diri orang Mukmin yang bergerak setiap detik, 
    Tiada huruf dan tiada suara, di ingat tidak di ingat, bergerak terus memuji DiriNya sendiri,
    1X24 jam = 28.000 pujiNya, di ingat atau tidak di ingat. 

    Adapun Anta yang Batin yakni Sirrul Insan adalah Muhammad SAW jua, 
    maka HUWA dan ANTA hanya satu saja yaitu Huwa Muhammad atau Huwa Ahmad
    Anta Muhammad dinamaka Mubtada yaitu kalimat yang menjadi pokok perhatian di dalam Ilmu Makrifat.
    Dan Allah itu dinamakan Kabar Awal yaitu Kabar pertama menerangkan tentang keadaan HUWA.

    Sedangkan Allah (Tuhan) kabar yang umum pada yahudi dan nasranipun memakainya, namun Al-Quran menerangkan dengan kalimat :
    “WAMA HUM BI MU’MININ”
    ‘Dan tiadalah mereka itu orang yang beriman”

    Sebenarnya karena mereka tidak yakin dengan kalimat syahadat :
    “WA ASHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH”

    Tahukah kalian…, 
    Bahwa didalam kitab Nasrani sekarang nama Allah sangat banyak disebutkan, demikian pula “HU” ada 6000 lebih banyaknya.
    Dan bagi kita, kitab itu tidak bisa di imani karena nama nabi Muhammad SAW telah di hilangkan.
    Maka demikian juga bila kita ada mengenal ilmu batin yang hanya mengenal Allah saja dan tidak mengenal Nabi Muhammad SAW, itu sama saja dengan ilmu batinnya Yahudi dan Nasrani

    Ingat ..!!
    Bukan kita menghilangkan nama Allah sama sekali, bahwa Allah tetap ada, namun yang dikenal dengan Allah hanya Rasulullah SAW.
  • Hendrik Gunawan ya Allah,karuniailah hamba ini dengan cintamu,seperti orang yang telah mencintaimu,dan cinta orang yang mendekatkan hamba dengan cintaMu
  • Fahmi Dasal Bang apa inti ilmu makrfat yg sbnarnya mhon pnjelasan
  • Asep Teten Subhanalloh, walhamdulillah….. terima kasih Bang Zul….
  • Ilmu Hakekat Insan @Fahmi Dasal..
    Inti Makrifat adalah mengenal diri yang sebenar-benarnya.
    Bahwa kita berasal dari Allah (Qadim) kemudian kembali kepada Qadim (Allah), dengan kalimat :
    INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJI’UN

    3 faktor penting dalam Makrifat adalah :

    PERTAMA

    La ta’yin = Belum ada ketentuan
    Ahadiyah = Maha Tunggal
    Dzatul Buhti = Dzat yang kekal

    Penjelasan :
    Disini Allah di umpamakan laut yang tiada bergelombang..
    Dia-lah Tuhan yang maha suci dan maha tinggi, tiada martabat diatasNya lagi.
    Bahwa manusia sudah ada sejak dahulu dan tiada terpisah dengan Tuhannya, 
    Bahwa kita sudah berada dalam rahasia Allah SWT, namun karena Allah belum ada nampak maka kita belum juga di tampakkanNya, jadi sejak La ta’yin manusia sudah tetap dalam rahasia Allah tetapi belum ada pengakuan apa-apa karena belum nampak dan belum ditampakkan.

    KEDUA

    Ta’yin awal = Ketentuan yang pertama
    Wahdah = Tunggal
    Hakekatul Muhammadiyah = Asal mula segala yang ada

    Penjelasan :
    Disini Tuhan telah menampakkan diriNya, maka ditampakkan-Nyalah manusia itu dahulu (titik) didalam dirinya sendiri seraya melihat dan berkata :
    ALASTU BIRABBIKUM?
    Maka di jawab dengan :
    BALA SYAHIDNA
    Setelah pengakuan ini terjadi maka Tuhan berkata :
    “Saat ini Aku akan mengambil empat anasar dari tubuhmu Ku jadikan alam agar engkau menetap kelak”, maka kita menjawab dengan kalimat :
    ‘LA HAULA WALA KUATA ILLABILLAH’
    Setelah itu diambillah :
    - Dari Rahasia dijadikan Api
    - Dari Ruh dijadikan Angin
    - Dari Hati dijadikan Air
    - Dari Tubuh dijadikan Tanah
    Maka jadilah Alam semesta dengan segala isinya, 
    Selanjutnya “titik” itu mengembang menjadi banyak, tumbuh dan besar menjadi ALIF.

    KETIGA

    Ta’yin tsani = Ketentuan kedua
    Wahdiyah = Mentauhidkan
    Hakekatul Adam = Asal mula manusia

    Penjelasan :
    Bahwa Alif pada Dzat menyelubungi semua rahasia yang ada,

    Disini Allah seumpama laut dengan gelombangnya, sesungguhnya Allah SWT Tuhan yang maha suci lagi maha tinggi diumpamakan laut, sedangkan semua yang ada diumpamakan gelombang, adapun gelombang itu tiada terpisah dari laut adanya.

    Bahwa :
    Ketiga martabat diatas semuanya adalah Qadim.
    Yang terdahulu atau terbelakang hanya lah sebutan saja, bukan karena waktu.
    Ketika kita mengatakan Ahdah (maha tunggal), Wahdah (tunggal), Wahdiyah (menunggalkan
    Atau..
    Ketika kita mengatakan La Ta’yin (belum tentu), Ta’yin awal (sudah tentu), Ta’yin tsani (ketentuan berikutnya)
    Maka..
    Ketiga martabat itu semua adalah Qadim.
    Sedangkan yang awal dan yang akhir hanya perkataan saja, bukan karena waktu namun karena sesungguhnya laut yang tiada bergelombang, disitu juga terdapat satu gelombang (titik), maka dari titik itu berkembang menjadi banyak, itulah yang dinamakn ALIF, pada hakekatnya satu saja namun tiga dalam sebutan.

    Mengertilah akan hal ini betul-betul..
    Jadikan dasar pegangan dalam hati sanubari,
    Bahwa tiada terpisah kita dengan Allah SWT, 
    Dari awal yang tiada berawal hingga akhir yang tiada berakhir.
    Inilah satu pemahaman Makrifat yang sempurna,
    ………………..
  • Inspiktur Raju aminx3 makasih penjabarannya mohon restunya guru
  • Nol Kilo Meter Apa hakikat titik dan alif itu bang?
  • Fahmi Dasal Mksh bang ats pncrahannya
  • Ilmu Hakekat Insan @Mas Bro Aja,
    Kosong (0) itulah yang disebut LAISA yang bernama Wajibul ujud, 
    Tajjali sendiri menjadi Nur Muhammad bernama titik zarrah,
    Dari titik menjadi Alif yaitu terjadinya alam semesta.

    Kosong (0) nafas turun menahan itulah kesempurnaan syahadat, adanya denyut kita.
    Titik adalah rahasia Nabi kita ‘Nur Salasia’ yang ter-rahasia yaitu ‘…’
    Dua nama satu wujud, yaitu rahasia titik dan kosong itulah adanya.
    Alif waktu keluar nafas kita, kodrat dan iradatnya, bernama Allah Ta’ala, semata-mata asma dan af’al.

    Kembali dari asalku (dzahir dan batin)
    Asal Alif dari pada bapak (Hak Allah),
    Jadi tubuh kita HAKULLAH (sudah diterima oleh ibu)
    Kenyataannya, nama dan yang punya nama memuji nama,
    Jadi yang berkata dan yang bersuara ‘Nur Salasia’
    Itulah nama Allah yang ter-rahasia.
    Itulah yang menggenapkan 99 nama Allah menjadi 100 = 1 yaitu ‘…’

    ……………….
  • Fahmi Dasal Apakah rahasia nur salasia yg sesungguhnya bang mhon pnjlasan bgai mana terjdinya nur salasia itu
  • Nol Kilo Meter Trm ksh bang pnjelasannya.
  • Blintz Ayie penjelasan yg menarik…
    Bagaimana sye ingin mengenali org yg de ilmu ini.
    Smpai skrg sye mncari tp msih tak ketemu..
    Sye hnye mngikut pe yg de dlm group ni saje.
    dimane sye harus mncari,dan siapakah guru dan bagaimane boleh sye mngenali sang mursyid itu.
  • Hermanoby Oby gk use suse-suse, klo mao pande bace aze yg ade, sambil makan tempe, minumnye air pute saje yeeee…
  • Hendra Dermawan AHMAD dan ALIF makna keterikatannya apa dan di mana mas_??

    Lantas apa titik pemisahnya secara makna dan selain nama…??

    Lebih dulu manakah antara Alif ataukah Muhammad…

    Ataukah jika sekiranya makna di pisahkan secara hukun lantas apakah yang menyatukannya_??
  • Ilmu Hakekat Insan @Fahmi Dasal, ‘Nur Salasiah’ itulah yang benar-benar LAISA, Nur yang awal-awal muncul karena kedzahiran nabi Muhammad SAW yang luar biasa, semata-mata hanya ikhtibar bagi kita umat Rasulullah SAW.
    “Aku adalah seperti kamu jua..” ini perkataan ikhtibar saja.
    Rasulullah SAW itu ‘U’ Ahad.
    Ke dzahiran kita manusia Muhammad namanya.
    Laki-laki dan perempuan, Adam dan Hawa, tiada lain adalah dari satu titik noktah.
    Itulah yang dikatakan satu kesatuan,
    Itulah ujud hakiki Rasulullah SAW
    Sudah Nampak..? jangan di pahami lagi..!
  • Ilmu Hakekat Insan 
    Sahabatku Blintz Ayie yang baik,
    Pengertian mengenal ‘orang berilmu’ bukan secara fisikal saja.
    Anda sudah berada dalam group yang mau berbagi ilmu secara ikhlas.
    Apalagi yang anda cari..? tidak ada yang hilang, semua nampak.
    Banyak-banyak amaliyah diri yang dzahir dan batin
    Pelan-pelan, jadikan kebiasaan dalam hidupmu sehari-hari
    Jadikan keberadaan disini untuk mengenal diri, tetaplah..
    Saatnya anda mengenal diri yang dzahir dan batin, disitulah anda mengenal Rasulullah, otomatis mengenal nama Allah.
  • Blintz Ayie Terima kaseh admin ,
    Saye harap sume yg ade dlm group ni sudi membimbing saye.
    Saye ingin blajar dari asasnye…
  • Ilmu Hakekat Insan @Hendra Dermawan
    Kaitannya…? 
    Alif itu Dzat Tuhan kita, 
    kepada Ahmad menjadi ilmu, 
    kepada kita menjadi suatu rahasia.

    Mana yang memisahkan..? Nama pada Tuhan, tubuh kepada Muhammad, iman kepada kita.

    Yang lebih dulu ? sifat Tuhan, kepada Muhammad menjadi nyawa, kepada kita menjadi ruh.

    Yang menyatukan ? tubuh yaitu Af’al Tuhan, Kelakuan Muhammad, Hati kepada kita.
  • Hendra Dermawan Alhamdulillah …

    Akhirnya saya mendapatkan jawaban memuaskan . . .

    dan saya kira masalah Af’al udah cukup jelas di pembahasan yang telah ada..

    Sampai di sini dulu mas, sambil saya cerna heheheh
  • Blintz Ayie Salam saudaraku,nk tye sikit
    Sbelum solat tu kan kne mngucap shahadat.
    Sebelum shahadat kne wujudkan diri batin..
    Bagaimane nk wujudkan diri batin…bagaimane wujudnye.
  • Ilmu Hakekat Insan @Blintz Ayie,
    Barang siapa sholat, maka hendak-lah tahu hal ini :
    - Yang berbuat hanya Allah fana pada Sifat
    - Yang hidup hanya Allah fana kepada Dzat

    - Dzahir sifat Allah dan yang sebenar-benar sifat kita yaitu Allah
    - Dzahir dzat Allah yaitu dzat kita yang batin

    Bahwa, Tiada yang maujud hanya Allah.

    Syahadat itu saksi, yang disaksi ILLAHA itu Tuhan, dan ILLALLAH itu Esa.
    Saksi itu ikral dengan lidah, 
    yang dipersaksi tilik dalam hati,
    mengaku saksi badan
    tempat bersaksi Tuhan HAQ Subhana watala.

    Karena..
    ASYHADU itu tubuh kita
    ALLA itu darah kita
    ILAAHA itu Nyawa kita
    ILLALLAH itu rupa kita sendiri dengan dirinya.

    “ASYHADU ALLA ILLAHA ILLALLAH = U = MUHAMMADAR RASULULLAH”
    “U” itulah kesempurnaan syahadat, 
    Naik nafas.. turun nafas.. mesrakan.

    Menilik…
    Yang diumpamakan cermin itu badan kita, dan yang diumpamakan menilik cermin itu kembalilah pandang yang cermin itu kepada yang menilik. 

    Berdiri sholat ingat hati akan Allah taala
    AKU rahasia yang memerintah ruh
    Ruh memerintah hati
    Hati memerintah tubuh
    Berdiri sembahyang itu Allah jua yang ada yang esa sendirinya
    Tiada dua.. 
    Allah memuji dirinya sendiri
    Itulah fana kita
    Tiada kita lagi bertubuh batin dan dzahir
    Hanya Allah taala bertubuh Muhammad batin dan dzahir

    Muhammad itulah rahasia atau sirr
    Di dalam sirr itu AKU (Allah)
    Itulah hakekat Takbir ratul ihram

    Tatkala mengatakan ALLAHUAKBAR maka :
    Yang mengatakan Allahu Akbar itu Muhammad dan yang empunya kata itu Dzat Allah Subhanahuwatala

    Tatkala mengatakan AlLLAHU AKBAR maka :
    Allah itu Dzatnya dan Muhammad itu sifatNya.

    “USHOLLI HAQQI MUHAMMADIN SAW”
    “ALLAH…….. HU.. AKBAR”

    ALLAH (Dzat Allah bagi diri, Sifat Allah bagi Rupa, Asma Allah bagi nama, Af’al Allah bagi kelakuan)
    AKBAR (Hayat itu hidup, Ilmu itu tahu, Kodrat itu kuasa, Iradat itu berkehendak)

    Nyawa sholat = Takbir ratul Ihram
    Nafas sholat = Niat
    Kepala sholat = Fatihah
    Tubuh sholat = Tuma’ninah
    Tangan sholat = sujud
    Telinga sholat = setengah qiyam ruku
    Kaki sholat = salam

    …….
  • Blintz Ayie Terima kasih saudaraku..
    Penghuraian yg menarik….
    Akan ku tiliki dan pahammi ape yg saudara huraikan…dan melatih diriku pelahan2..
    Terima kasih atas tunjuk ajarnye…
    Kalau ade kerunsingan ,saye akan bertanye.
  • Blintz Ayie Pernah dengar tak zikir a’kadul iman
    Hu awal mula mengucap,
    Hu nikmat awal terjalin,
    Hu ma’nikam asal aku jadi,
    Muhamad aminullah name tuhanku,
    Muhammad rasulullah name nyawaku,
    Muhammadiah name hambaku,
    Wujud-berwujud wujud Allah,
    …………
    ………
    ……..
  • Ilmu Hakekat Insan @Blintz Ayie,
    MUHAMMAD ….
    Mim =Wal Mim ul awwalu yadullu nara siha
    Ha =Wal Ha ul yadullu ala dzohiri
    Mim =Wal Mim us tsani yadullu ala surati
    Dal =Wad Dallu yadullu ala qoda mihi

    HU ……
    Awal nabi kita Muhammad SAW atau yang LAISA mengucap nama “ALLAH”

    ALIF = ibarat Dzat kepada nabi kita, itulah Rahasia yang tersirat bernama Muhammad Aminullah
    LAM AWAL = ibarat Sifat kepada nabi kita, itulah Nyawa yang bernama Muhammad Rasulullah
    LAM AKHIR = ibarat Asma kepada nabi kita, itulah Hati yang bernama Muhammad Nurani
    HA = ibarat Af’al kepada nabi kita, itulah Rupa yang bernama Muhammad Jasmani

    Pandanglah ke dalam..
    Kembalikan..
    Tidak lain satu kesatuan adanya..
    Apa jua pun…

    Karena,
    Dzat Allah gaib pada alam Ruh
    Sifat Allah gaib pada alam Misal
    Asma Allah gaib pada alam Ajsam
    Af’al Allah gaib pada alam Insan

    Dan,
    Dzat Allah pada alam Ruh bernama Nur
    Sifat Allah pada alam Misal bernama Ke-dzahiran
    Asma Allah pada alam Ajsam bernama Mu-dzahir
    Af’al Allah pada alam Insan bernama Manusia

    Ingatlah.!!
    Kesemuanya tiada bercerai dari pada asal…
    Maujud-lah Dzat-Sifat-Asma-Af’al, itulah MUHAMMAD.
    Kuasa sendirnya,
    Wujudnya Makrifat,
    Lakunya Suci,
    Jalannya SEMPURNA,
    Tempatnya halus,
    Sifatnya Syukur,

    Hendaklah jangan perkataan ini diasa-asakan lagi.
    Jangan pula tanyakan pada sembarang orang!
    Belajarlah pada ahlinya agar bertambah IMAN di dada dan SEMPURNA ilmunya.
  • Blintz Ayie Alhamdulillah…
    Terlerai sgale yg kusut dlm ingatan sye,
    Akhirnye jumpa jgak jawapannye..
    Saudara org pertama yg sye tanyekan tentang hal ini..
    Terima kaseh atas segala ulasan yg diberi…
  • Asep Teten Alhamdulillah…wasyukurillah..
  • LAbu SoNgo aamiin….barakallah
  • Asmah Sheikh Manaf AHMAD…….AHD dgn Mahabba (MiM) nya!!
  • Fahmi Dasal Alhamdulillah
  • Fahmi Dasal Alhamdulillah
  • Fahmi Dasal Alhamdulillah
  • Blintz Ayie Apakah yg dikatakan sifat napsiah,sifat salbiah,sifat maani&maknuyah dalam takbiratul ihram.
    Allahu Akbar..
    Harap saudara Ilmu Hakekat Insan dapat beri tunjuk ajar…
  • Inspiktur Raju mohon ijin nyimak
  • Ilmu Hakekat Insan @Blintz Ayie
    Nafsiah, Salbiyah, Ma’ani, Ma’nawiyah, Jalal, Jamal, Kohar dan Kamal, itulah adanya kesempurnaan Sifat 20.
    Itulah yang sebenar-benarnya menerangkan tentang ke-LAISA-an diri nabi kita Rasulullah SAW, yaitu diri ‘HU’ 

    20 Sifat dipecah menjadi satu, 
    19 (Sembilan belas) Sifat kepunyaan Haq Tuan Nabi SAW yang LAISA, tajjalinya Dzat Hua jibul ujud (bernama Allah) yang sebenarnya Nur Muhammad SAW jua pelakunya.

    1 (satu) tersedia pada diri kita yaitu ujud ada mustahil tidak ada, maksudnya adanya nafas kita yaitu ALIFULLAH yang tesedia pada diri seluruh manusia.
    Takbiratul Ihram, adalah saat dimana kita memesrakan nama Nabi kita Muhammad SAW yang di dalam diri, yang meliputi seluruh tubuh kita, bernama yang hidup tiada lain Dzat Hayyun, yaitu nafas yang keluar masuk, 
    Dari Sifat 20, himpun sifat Salbiyah, diperkecil menjadi sifat Ma’ani atau sifat 7, kembali sifat 7 waktu mesranya menjadi empat nasab saja yaitu : pendengaran, penciuman, penglihatan, pengrasa
    Pendengaran nur, penciuman nur, penglihatan nur, pengrasa nur himpun menjadi SATU RAHASIA semua. Himpun lagi terakhir ujud ada mustahil tiada.
  • Blintz Ayie Menarik…terima kasih yer….
  • Mochammad Nur Iman Alhamdulillah.. Mohon ijin ikut nyimak..

One thought on “~ Ilmu Hakekat Insan ~

  1. Maaf…pak saya..tlng di ikhlas kan pengajian ini buat saya..sbb sy br ikut bergabung di blok anda…sambil memperdalam lg apa yg ada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s