~ Huwa ~

Ilmu Hakekat Insan
.
HUWA telah tersedia..Didalam Rohaniah, tiada huruf, tiada suara,

Bersifat dengan segala sifat yang Maha sempurna, Maha kuasa, tiada batas..
Itulah yang teramat RAHASIA.
Ayat Kursi jelas menerangkan dan Sifat 20 sebenarnya bukan untuk mengenal Dzat melainkan mengenal keadaan HUWA.

Allah.. Allah.. Allah..
Hu Ahad.. Hu ahad.. Hu Ahad..
Ahad Hu.. ahad Hu.. Ahad Hu..

ALLAH itulah nama kebesaran MUHAMMAD
AHAD itulah nama kebesaran AHMAD
Sudah tersdia di Diri kita..

Yang sebenar-benar sifat Allah Ta’ala adalah Tubuh Muhammad Rasulullah yaitu HUWA dhomir kebesaran tubuh kita adanya Asma Allah Ta’ala

“LAA ILAHA LAHUL ASMA’UL HUSNA”
Tidak ada lain yang bersifat Maha sempurna lagi Maha kuasa melainkan HUWA, hanya bagi HUWA itu punya 99

Ilmu Muhammad Rasulullah jadi Nabi kita,
Gerak hatar LAISA adanya itulah Nur Mubasyirah
Af’al Allah Ta’ala adalah Kalam Muhammad Rasulullah menjadi dzahir yaitu terasa keluar masuk nafas kita, LAISA jua..

Syariat perkataan Muhammad itulah Kalamullah
Tarekat penerimaan Muhammad yang memberikan ada Allah Ta’ala
Hakekat pengenalan Muhammad yaitu mengenal diri, Nafas turun dan naik.
Makrifat kelakuan Muhammad Laisa adanya, awal, akhir, dzahir dan batin…
Bertubuh Rohaniah dzahir dan batin
Gerak dan diam adanya..
INTAHA

Inilah 30 ayat dalam diri Nabi 8 s/d 14

08. WALAU ANNANA ….. Lidah pada Nabi
09. QOOLA MALA’UL LAZIINA ….. Leher pada Nabi
10. WA ALLAMA …… Tangan kanan Nabi
11. LAA YANTAZIRRUN …… Tangan kiri Nabi
12. WAMA MINN DAABATIN …… Dada pada Nabi
13. WAMA’U BARRI’U …… Belakang pada Nabi
14. RABBAMA …… Perut pada Nabi

………………..

Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · 6 Januari pukul 12:38

  • Sala Jyotiska Samaka Salam hormat bang _/\_ barakallahu
  • Nayan Haja Apa kh HUWA itu nm yg trsmbnyi yg tnpa huruf,tanpa suara….!!!!!
  • Ilmu Hakekat Insan @Nayan Haja

    HUWA ini menyatakan Sir Tuhan.

    Menjadi nyawa kepada kita, itulah sebenar-benarnya Allah Ta’ala.

    Tatkala Tuhan berpandang pandangan dengan Sir Tuhan, maka IA (HUWA) menjadi Esa dengan Esanya,
    Itulah yang hidup di tubuh kita, maka IA Tahu, Kuasa, Berkehendak, Mendengar, Melihat dan Berkata-kata.

    Itulah keadan hidup sekalian kita ini, semata-mata hanya menerima anugerahnya jua..
  • Dian Tamara Nasution apakah yg selama ini dimaksud dengan “puncak makrifatullah” itu pada hakikatnya hanyalah berujung pada pengenalan keadaan HUWA itu bang zul? seperti yang diterangkan didalam ayat kursi,,
  • Ambo Ufe’ Izin sllu nyimak Bang Zul…
  • Ilmu Hakekat Insan @Dian Tamara Nasution,..
    Barang siapa sampai perbuatannya dengan fi’ilnya dan dengan Makrifatnya yang tinggi serta melemahkan dirinya dengan tuhan Allah namanya,
    Dan..
    Barang siapa sampai ia melainkan dirinya dan pengrasanya dan pengenalnya dan makrifatnya, penglihatnya, nafinya, isbatnya sifat Allah namanya,

    Bila sempurna ujudnya, pengenalnya, penglihatnya, pendengarnya, penciumnya dan pengrasanya maka itulah ‘puncak makrifatullah” putuslah Makrifatnya.
    Disanalah pertemuan Tuhan dengan hambanya..
    Disanalah peroleh Rahasia Allah SWT.
    Disanalah ia merasai nikmat Allah dari pada surgaNya.

    MANAKALA…

    Datang suatu terang tiada terhingga terangnya..
    Terang yang hikmat lagi hening, keatas, kebawah, kekanan, kekiri, ke hadapan ke belakang tiada berkesudahan.., sempurna sucinya..

    Manakala IA ada berdiri seperti Alif didalam yang terang itulah ISTIQNA namanya.
    Itulah yang bersifat Kaya berdiri dengan sendirinya,
    Itulah yang bernama SYAHADAT.

    Fi’il Muhammad ujudnya,
    Makrifat lakunya,
    Suci jalannya seperti tempatnya,
    Halus sifatnya,
    Syukur kehendaknya,

    Itulah Ilmu yang kita ikut tatkala kita pulang ke Rahmatullah

    MANAKALA…

    Tubuh kita berada di dalam kubur,
    Setelah selesai di bacakan Talqin
    Maka pulanglah orang-orang yang menghantar kita ke kubur,
    Lalu ada seorang yang datang kepada kita,
    Orang itu bukanlah suatu sosok di luar dari Diri kita.
    Orang itu tiada lain Ruh kita jua..

    Maka Ia bertanya kepada kita :

    YAA MAN HUWA…?!
    Siapakah aku ini…..?!

    Maka jawab olehmu dengan segera ……
  • Nayan Haja AKU ADALAH….(m’f bang Zul…melalui perantaraan bang Zul bimbing lh kami yg fakir ini agr bs menemui jln pulang)
  • Inspiktur Raju apakah tugas kita hanya sebagai penyaksi dlm hal ini .lalu bagaimana perjalanannya mengenal dzat sifat sir kodrat sampai pada wujudNya mohon penjelasannya
  • Iwan Mirwan mha guru hati mulia,,berikan pemahaman kepada kami,maksud dari bismillah yang tidak pake sifat,,artinya tidak melalui namanya tapi langsung kepada yang punya nama maha guru,,selama ini bismillah yang sebatas kepada naama kami memohon.
  • Ilmu Hakekat Insan @Nayan Haja
    Marilah sama-sama kita memperbanyak amaliah sehingga terbuka dinding rahasia atau hijab dari pada apa yang ditanyakan dengan kalimat : “AKU ADALAH..”

    Masalah diatas bukan suatu bentuk pertanyaan yang harus di jawab dengan kata-kata, melainkan ini adalah suatu ‘operasinal’ dalam kehidupan yang kita lakukan sehari-hari,
    Namun seandainya harus juga di jawab dengan kata-kata, tentunya kalian sudah tahu apa jawabanya bukan?

    Sesungguhnya, masalah diatas adalah :
    Seandainya, umpama saja yang bertanya sudah saling mengenal dengan yang akan ditanya, apakah masih perlu juga ada ada pertanyaan..?

    Ternyata “AKU JUA PUN INI”
    Maka..
    Teruslah di bawa langsung kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala, hilang jasadnya didalam kubur bagi yang siapa-siapa yang mengetahui ilmu ini.
  • Ilmu Hakekat Insan @Inspiktur Raju

    Perjalanan mengenal Dzat itu bagi yang maklum saja..,

    Karena..
    Hakekatnya Dzat Allah itulah yang bernama Muhammad yang berada dalam Hati Nurani dan perjalanan sampai pada ujudnya itulah yang sebenar-benar Insan Kamil dan sebenar-benar Diri.

    Jadi..

    Insan itu ialah pertemuan antara ujung dengan pohon yaitu hidup tiada mati.
    Sedangkan yang sebenar-benar insan ialah yang di dalam mata, yang bernama nafas, adapun yang di dalam otak yang bernama Ruh jasmani, dan yang di dalam jantung bernama Ruhani, yang di dalam hati yaitu Nurani yang bernama Nyawa.

    Muhammad.. Rasul.. Allah..
    Hati.. Jantung.. Otak..
    Nyawa.. Ruhani.. Ruh jasmani…

    Nyawa kita itu berdiri kepada Ruhani karena ruhani itu bayang-bayang Nabi Muhammad dan bayang-bayang inilah :

    Nyawa kita,
    Akal kita,
    Nafas kita,

    yang berdiri kepada HATI LATIFAH.

    LATIFAH inilah Hakekat yang tinggi karena :

    Tatkala ia mengetahui maka dinamai HATI,
    Tatkala berkehendak kesana-kesini dinamai NAFSU,
    Tatkala ia membedakan antara baik dan buruk maka dinamai AKAL,
    Tatkala hidup dinamai RUHANI.
    Tatkala ia akan Allah Ta’ala dan Nabi Muhammad dinamai hati LATIFAH.

    …………………..
  • Asep Teten SUBHANALLAH..WALHAMDULILLAH… Tks Guru….
  • Ilmu Hakekat Insan @Iwan Mirwan, hmm

    “BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM”

    Inilah kalimat yang di pakai dengan meng-atas-nama-kan sifat PENGASIH dan PENYAYANG
    Bila ingin langsung kepada yang punya nama

    Maka,

    Kalimatnya adalah :

    “BISMILLAHILLAZII LAA ILLALLAH ILA HU”
  • Adi Cronic dgn menyimak sangat banyak yg bs kt pahami…mksh b zul…
  • LAbu SoNgo makasih ilmunya pak zul….
    Rahayu.._/”\_
  • Asmah Sheikh Manaf Pak Zul,telah dekat kamu membimbing kpd pengenalan diri.Maka yg udah kenali…..jadilah penyampai!!Inilah kewajipan setiap kita yg diamanahkan….iaitu sebagai khalifah.
  • Asmah Sheikh Manaf Cukup mudah difahami….penyampaian ilmu hakekat insan ! Alhmdullillah..
  • Nayan Haja SUBHANALLAAH…ALHAMDULILLAAH…ALLAAHU AKBAR…BANG ZUL…sy faham trmksh bnyk ats pncrhan nya…entah bgmn sy dpt mmblas kbaikan BANG ZUL…skli lg trmksh bnyak…!!!!!
  • Tulis komentar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s