~ Terbuka ~

TERBUKA

Ketika kegelapan gua hiro selimuti diri sang nabi…
Mata mana yang membaca?
Kitab apa yang dibaca?
Al-Qur’an saat itu belum ada.

Iqra…
Bukan untuk yang pintar
Tapi untuk yang jujur.., jujur melihat diri..

Bila saja kita mau melihat lebih jauh…
Lewati cakrawala pikiran dan rasa
Ada misteri di balik langit tinggi
Ada rahasia dalam bumi, dibawah telapak kaki.

Seperti sebuah rumah,
Didalamnya ada satu keluarga
Begitupula rumah kehidupan..

Awalnya dari bapak ibu yang sama
Kini kita menjadi keluarga semesta raya
Kau dan aku berbeda
Tinta dan kertas berbeda
Itulah kau, itulah aku.

Berbeda, agar terbaca, dimengerti, dirasakan, lalu dipahami
Bukan musuh yang harus dihancurkan,
Tapi lawan yang saling menguatkan ditiap pertandingan guna meraih kemenangan.

Adanya jabat tangan karena ada tangan yang lain, karena ada perbedaan,
Agar kita berjalan searah, walau tak satu jalan namun satu tujuan.

Hitam putih bola mata satu dan mampu bekerjasama untuk bedakan warna…
Siang dan malam silih berganti, tampilkan warna benar dan salah..

Bismillahirrahmanirrahim

NamaNya mahkotakan jiwa singgasana raja
Bukan hanya adil memandang dan menempatkan hitam dan putih salah dan benar
Ada apa dibalik jubah hitam.?
Ada apa dibalik jubah putih?
Ada apa dibalik salah dan ada apa dibalik benar…?

Luangkan waktumu sejenak
Tutuplah pintu gua hiro pada sepasang mata ..
Lihatlah bola dunia menghilang
Dunia.. hanya sekejap mata
Diripun kini sendiri
Matikan dirimu sebelum kematian datang

Kokohkan hati bersila, tetapkan hatimu..
Menunggu anugrah kemurahanNya
Menunggu anugrah ke maha ampunanNya
menunggu… menungu…
Yang ada hanya nafas, naik turun di rongga dada

Diam dan yakin Allah dekat…, dekat.., tiada jarak.
Sedepa hati melangkah, berjalan Ia mendekatimu
Berjalan engkau kepadaNya, berlari Ia menjemputmu

Istigfarkan masa lalu…
Shalawatkan hari ini dan hari yang akan dating

Diam… diam…
Menyerah…menyerah..
Pasrah.. pasrah..

Hanya kerinduan…..
Bebaskan diri dari pikiran dan perasaan apapun.

Allah Hu.. Allah Hu… Allah Hu…

Sunyi dan sepi diri memanggilmu.

Biarkan hasrat terbang
Jemput pertemuan
Antara aku dan penguasa aku

Sesaat kemudian…. …

TERBUKA mata hati
Engkau kini menjadi bayi
Diam tanpa kata
Karena kata tak sepenuhnya mampu mewakiliNya

TerLepaslah pengetahuan yang didapat selama ini
Sepenuh hati, sepenuh rasa, masuk ke gua hiro dalam diri

Ilahi Robbi…

Aku menzakatkan seluruh harta ilmu pengetahuan dariMu untukMu
Kembalikan hamba ‘kosong’ seperti bayi merindu sang ibu.

…….

Suka ·  · Berhenti Mengikuti Kiriman · 25 September 2012 pukul 20:20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s