~ Hati seumpama cermin ~

Saudara-saudara-ku yang dikasihi.

Hatimu seumpama cermin..
Kamu mesti membersihkannya dari debu dan kotoran yang menutupinya.
Cermin hatimu itu telah ditakdirkan untuk memancarkan cahaya rahasia-rahasia Ilahi.
“Cahaya dari Allah adalah cahaya bagi semua langit dan bumi… ” bila cahaya itu mulai menyinari ruang hati-mu, maka lampu hati-mu akan menyala.
Lampu hati itu berada di dalam kaca, kaca itu sifatnya seumpama bintang yang berkilau-kilauan dan terang benderang…

Kemudian dari hati akan tersingkap tabir-tabir suci dan petunjuk itu akan datang.
“Bukan dari timur atau barat, dinyalakan dari pohon zaitun yang diberkati…” dan memancarkan cahaya ke atas menerangi akal pikiranmu “memancarkan cahaya walaupun tidak disentuh oleh api”.
Kemudian lampu makrifat “hikmah kebijaksanaan” akan menyala sendiri.
Mana mungkin ia tidak menyala bila cahaya rahasia Allah menyinarinya..?

Sekiranya cahaya rahasia Ilahi bersinar…. rahasia-rahasia akan menjadi terang oleh ribuan bintang-bintang “… dan berpandukan bintang-bintang (kamu) temui jalan (kamu)…” .
Bukanlah bintang yang memandu.., melainkan cahaya Ilahi. karena Allah “…menghiasi langit dengan keindahan bintang-bintang”. Sekiranya lampu rahasia-rahasia Ilahi dinyalakan di dalam diri batinmu, maka yang lain akan datang secara langsung atau beransur-ansur.
“Sebagiannya telah kamu ketahui sebagian yang lain akan kami beritahu di sini..”.
Baca.., dengar., coba fahamkan…
Langit ketidak sadaran “kelalaian” yang gelap akan dinyalakan oleh kehadiran Ilahi dan kedamaian serta keindahan bulan purnama yang akan naik dari ufuk langit memancarkan “cahaya di atas cahaya” teruslah naik ke langit, melepas peringkat yang ditentukan sebagaimana yang Allah telah tentukan bagi kerajaan-Nya, sehingga ia bersinar penuh kemuliaan di tengah-tengah langit, menghambat kegelapan dan kelalaian.

“(Aku bersumpah) demi malam apabila telah senyap sepi… dengan cuaca pagi yang cemerlang…”
Malam ketidak sadaran pasti berlalu dan kamu akan melihat terangnya hari siang…
Kemudian kamu akan menghirup udara wewangi kenangan dan “bertaubat di awal pagi” terhadap ketidak sadaran “kelalaian” dan menyesali umur yang telah dihabiskan di dalam lena.
Kamu akan mendengar nyanyian burung di pagi hari, dan kamu akan mendengarnya berkata..
“Mereka tidur sedikit saja di malam hari dan pada awal pagi mereka memohon ampunan Allah, dan Allah akan berikan cahaya-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki.”

Kemudian kamu akan melihat di ufuk langit tentang peraturan Ilahi dan matahari ilmu batin mulai terbit. Ia adalah matahari kamu sendiri, karena kamu adalah “yang Allah beri petunjuk” dan kamu “berada pada jalan yang benar” dan bukan “mereka yang Dia tinggalkan di dalam kesesatan”. Dan kamu akan memahami rahasia-rahasia…

“Tidaklah diizinkan matahari mengejar bulan dan tidak pula malam mendahului siang, tiap sesuatu berjalan pada orbitnya masing-masing”
Akhirnya ikatan akan terurai selaras dengan “perumpamaan yang Allah adakan untuk insan dan Allah mengetahui tiap sesuatu”, dan tabir-tabir akan terangkat dan kulit akan terkelupas, menampakan yang halus di bawah yang kasar. Kebenaran akan membuka penutup mukanya…
Semua ini ber-awal dari cermin hati yang kamu sucikan.
Cahaya rahasia-rahasia Ilahi akan memancar jika kamu berkenan dan bermohon kepada-Nya, dari-Nya, dengan-Nya.

Terima kasih sudah bergabung disini

Suka ·  · Berhenti Mengikuti Kiriman · 24 Agustus 2012 pukul 7:37

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s