~ Amanat Tuhan ~

.
Pelihara-lah amanat yang dititipkan Tuhan kepada kita.
Pelihara-lah Ruhani-mu.
Jagalah jangan sampai amanat itu dicabut, saat Tuhan menilik dengan sifat KahharNya.

.

Sahabat,
Karena orang berkata “Nyawa itu urusan Tuhan” maka lemahlah orang membicarakannya.
Dalam Ilmu Hakekat Insan Nyawa itu dinamai RASUL yang bernama MUHAMMAD.
Kepada Muhammad itulah putusnya pengetahuan kita.
Bahwa, kita tiada sampai kepada martabat pengenalan terhadap Tuhan melainkan hanya Muhammad sajalah Wasilah untuk menyampaikan pengenalan kepada Tuhan.

“ ARAFTU RABBI BI RABBI “
Ku kenal Tuhanku dengan Tuhanku,
Ku kenal Tuhanku dengan mengenalnya jua, yaitu Muhammad.

Muhammad-lah yang senantiasa berkasih-kasihan dengan Tuhan, tiada putus-putusnya.
Muhammad itulah rahasia sifat Tuhan.
Orang yang maqam hakekat sholat, tafakur dan apapun jua harus melalui Musyahadah.
Musyahadah harus melalui maqam fana,
Maqam Fana itu meniadakan diri yang kasar pada diri yang halus.
Artinya dalam akuan kita tiada Adam yang kasar ini, yang ada hanya Muhammad dengan TuhanNya.
Inilah yang di maksud mati Hakekat, maka beradalah diri dalam keadaan setengah sadar,
Hanya sampai disinilah batas pengetahuan kita.

Adapun Nyawa tatkala sakaratul maut bagaikan cahaya lampu yang kembali cahaya itu kepada lampunya tatkala lampu padam, karena cahaya lampu itu adalah hak lampunya, maka pulanglah hak itu kepada empunya hak.

QULLU MIN INDILLAH
Katakan, bahwa semua itu dalam genggamanKu

Sahabat,
Teruslah berusaha untuk dapat mengenal diri yang batin yang bernama Muhammad.
Kalian akan mengetahui bahwa wujud Muhammad itu ada pada rahasia KetuhananNya.
Barang siapa tiada mengetahui batin Muhammad dalam rahasia Tuhannya maka sekali-kali tiadalah ia mendapat kesempurnaan pada Makrifatnya.
Lalu., bagaimana orang yang belum sempurna Makrifatnya pada saat Sakratul maut..?
Nyawa orang itu akan ditarik dengan isim Kaharnya Allah, namun bagi yang mengenalNya akan dikasihiNya
Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tiada mengambil faedah atau maksud pada apa yang diperbuatnya,

Oleh karena itu,
Tiliklah keelokanNya maka kita akan ditilik dengan sifat JAMAL “Hadratur Rahman”
Tiliklah kuasaNya, maka kita akan ditilik dengan sifat JALAL “Hadratur Rububiyah”
Tiliklah kesempurnaanNya, maka kita akan ditilik dengan sifat KAMAL “Hadratur Sariji”
Orang yang tiada sampai kepada sebenar-benarnya mengenal, maka ditilik dengan sifat KAHHAR karena menilik kekerasanNya

Bahwa,
Jasmani akan kembali kepada bumi
Ruhani akan kembali kepada Nur Muhammad
Nyawa akan kembali kepada Empunya Hak.

MUSYAHADAH adalah bermesraan antara ujud kepada DzatNya seperti mesranya cahaya dengan lampunya, pujinya Hu-Allah
SAKARATUL MAUT adalah saat Ruhani meninggalkan jasmani, seperti kembalinya cahaya lampu kepada lampunya, pujinya Allah – Hu
Tinggallah Nyawa memuji Tuhannya dengan pujinya Ah – Ah.
Lalu.. kembalilah Nyawa kepada Empunya Hak, dengan pujinya :
LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADAR RASULULLAH,
Tiada dengan huruf, tiada dengan suara.

………………………….

@Ilmu Hakekat Usul Diri,

Suka ·  · Berhenti Mengikuti Kiriman · 7 Desember 2012 pukul 20:37

  • Dian Tamara Nasution ujungnya kembali kepada kita apakah bisa sampai kepada ikhlas sebenar ikhlas dan pasrah sebenar pasrah kepada Allah ya mas? mohon masukannya??
  • Anas Cholis cahaya lampu pasti kembali kepada lampu, klo orang meninggal apa ruh nya pasti langsung kembali kepada Tuhan, misalnya matinya bunuhdiri,dll. terus berada dimana ruh nya yg blm bisa manunggal dengan Tuhan. mohon penjelasannya. trimakasih.
  • Humaidi Ahdi kenapa jasmani+ruhani+nyawa tidak kembali bersama-sama (mesra/lenyap jadi satu)?alangkah baiknya atau apakah bisa kalau selalu bersama-sama.terima kasih.salam
  • Pa’te Awakla Bagai mana cra kta memelihara nyawa ketika kta merasa tiada daya upaya..? Mhon pnjelasan bang salam
  • Zulkifli Ishak Rhs CH Maaf Ilmu Hakekat Insan, kalau hamba ingin menjawab pertanyaan Humaidi Ahdi.
    Salam semua . . Adakalanya seorang makhluk yang sudah sebati jasmaninya, rohaninya dan nafasnya, yang sentiasa bersama dan bersatu dengan Allah Maha Pencipta, maka pergi beliau mengadap Rabbul Jalil tanpa meninggalkan jasad.
    Ini berlaku kepada wali Allah Tok Selehong (Kelantan) yang mana beliau telah memesan kepada anak muridnya supaya menggali kubur beliau setelah beliau meninggal dunia. 
    Apa yang mereka jumpai adalah liang lahad yang kosong tanpa jasad.
  • Ilmu Hakekat Insan @Dian Tamara Nasution 
    Yang sebenar iklas dan pasrah adalah :
    Bahwa, yang selalu menerima perintah, mematikan diri, juhud nikmat, syukur, ridha, iklas dan pasrah, sudah sedia ada dan berkekalan adanya , inilah ruh amar kita yang bernama ruhul kudus, yaitu Nur Muhammad SAW jua.

    Semuanya memang kembali kepada kita, bagaimana kesungguhan untuk menyempurnakan antara yang Dzahir dan Batin yaitu mengembalikan diri seperti sediakala bernama Muhammad.

    Caranya :

    Yang batin kalau ia bergerak itulah Ruh Hayati yang namanya INSAN
    Persiapkan dirimu sungguh2, semata-mata kita hanya menunggu gerak Sirr (anugerah) karena disitulah adanya diri hakiki yang bernama…

    Yang di dzahirkan adalah Ruh Hayawani yang namanya MANUSIA
    Lazimi, jadikan kebiasaan nafas turun naik mesrakan sampai ke sulbi, karena disitulah terhimpun syahnya istinja dzahir dan batin.

    Inilah maqam iklas dan pasrah. Menurut pandangan Ilmu Hakekat Insan
  • Ilmu Hakekat Insan @Anas Cholis
    Tidak ada yang tidak kembali, semua pasti kembali dan dikembalikan pada kita mau sampai kapan kembali..?

    Ruh yang belum ‘bisa manunggal’ akan kembali kepada Nur Muhammad karena menanti hari perhitungan, lihat kembali pokok bahasan Perjalanan jiwa, dana Reinkarnasi,
    http://ilmuhakekat.wordpress.com/2012/08/20/perjalanan-jiwa-1-dan-2/

    ilmuhakekat.wordpress.com

    Perjalanan Jiwa (1) Diri = tubuh + jiwa + nyawa Tubuh = barang baru saja Jiwa/ro…Lihat Selengkapnya
  • Ilmu Hakekat Insan @Humaidi Ahdi
    Pertanyaan bagus, dan sudah terduga sebelumnya, hehehe 
    Jasmani akan kembali kepada bumi karena menerima himpitan pada bumi, sekalipun bayi yang masih suci, hanya Rasulullah (maksudnya, orang yang telah sampai pada maqam ini) yang terlepas dari himpitan itu, sudah banyak cerita kita dengar, seperti cerita Zulkifli Ishak Rhs CHmungkin ada juga yang sudah menyaksikan secara langsung, namun sesungguhnya itu semua adalah soal pilihan, mau apa dan seperti apa kembalinya…? 
    Tahukah kalau kalian sudah berada pada jalurnya..??
    ………………
  • Ilmu Hakekat Insan @Pa’te Awakla
    Nyawa itu tiada berkeputusan menerima anugerah dari pada Tuhannya, karena nyawa adalah limpahan dari pada IlmuNya yang Qadim kasih dan sayang… 
    Jangan lepas dari pada berkehendak pada rahasia, jalani amaliyah sampai timbulnya kehendak itu, karena tiada lain tempatnya untuk menjatuhkan kehendak melainkan kepada manusia jua..

    Pelihara Ruhani kita dengan melakukan :

    Amal hati : Menghindari dari timbulnya niat untuk melakukan perbuatan tercela, selalu berbuat baik, rendah hati, memaafkan segala kesalahan apapun dan lupakan saja, ikhlas dan hati selalu sunyi dari harap.

    Amal Nafsu : sabar dari segala ujian serta tabah dan penuh penyerahan, kembalikan diri dengan Istigfar, dahulukan keperluan orang lain, apa yang bisa kita bantu kerjakan tanpa berharap.

    Amal Rabbani : hening… hening… , teguh, kuat serta yakin, hening lagi… pemusatan cipta, banyak-banyak sholatul Da’im, menyendiri.., sendiri.. tanpa siapapun.

    Amal hidup : senantiasa melazimkan Nur Muhammad, dzahir dan batin, bertubuh Ruhaniyah saja, inilah yang tiada mati hanya kembali.

  • Pa’te Awakla Mksh bang ats pncrahannya
  • Dayat Naga Asswrwb guru, bgmn pelihra yg jasmanix? tks yg tak putus2x atas ilmu2x buat hamba.
  • Ocan Evol q ingin belajar …tapi gak tau dasar nya dan kepada siapa berguru
  • Fahmi Dasal Bang apa sbenar tnda” ktika akan brpulang krahmtullah mhon pncrahannya
  • Ilmu Hakekat Insan @Dayat Naga, Waalaikum salam… 

    Pelihara jasmani dengan melakukan amaliyah :

    – Amal mata : kurangi tidur, apa yang kita pandang disitu adanya puji.

    – Amal telinga : cegah hawa nafsu yang masuk dengan tidak mendengarkan ‘pertengkaran’. Cobalah mengintip pendengaran dengan memusatkan pendengaran kita adaNya.

    – Amal hidung : cegah mencium barang yang berbau, ini termasuk pemakaian istinja batin, caranya nafas keluar satu-persatu adaNya.

    – Amal mulut : cegah makan yang haram atau berlebihan, tidak boleh membicarakan aib orang, lazimi setiap makan dan minum, nafas masuk dan keluar benar-benar mensyukuri nikmat Allah SWT.

    – Amal tangan : cegah panjang tangan, jangan memukul, jangan merusak.

    – Amal kaki : cegah berjalan untuk berbuat yang tidak baik, rajin berjalan untuk kesucian, melatih Da’im ditengah khalayak ramai, pandang yang banyak hanya yang satu. 

    ……..
  • Ilmu Hakekat Insan Alhamdulillah, mari kita sama-sama belajar ibuOcan Evol , mulai dari membuka diri menerima perbedaan, tks
  • Ilmu Hakekat Insan @Fahmi Dasal,
    Bahwa,
    Nur yang kembali akan melalui jalan yang sama ketika ia datang,

    Ada perasaan sakit seperti ditusuk jarum pada sulbi naik ke ubun-ubun, kemudian terdengar suara semacam ‘tembakan’ maka segeralah ucapkan YAA HUU , menyatakan sisa umur 40 hari lagi.

    Apabila dari mata keluar cahaya putih, kemudian cahaya itu berdiri di hadapan kita, berubah menjadi seorang insan yang berpakaian amat indah menghadap kepada kita, segera ucapkan ALLAHU HAQQUL HAQ, menyatakan sisa umur 7 hari lagi

    Apabila keluar dari mulut kita suatu cahaya yang sangat bersinar, kemudian cahaya itu berdiri di hadapan kita, berubah menjadi ujud kita, bersamaan dengan itu tercium wangi yang sangat harum, segera ucapkan ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN, menyatakan sisa umur 3 hari lagi, waktunya untuk beramanat kepada sanak, saudara, …

    Ketika sudah sampai waktunya, jagalah, sambil menunggu tanda yang terakhir..,
    Manakala telinga kita berdengung sangat panjang, mata berubah menjadi kabur semakin kabur kemudian gelap semata-mata dan dalam kegelapan terpandang suatu titik cahaya, kemudian berubah penglihatan kita menjadi terang benderang penuh semesta alam..
    Tenangkan hati, tetap dengan amalan, karena kita sedang berhadapan dengan NURULLAH, kembali telinga kita mendengung lalu mata kita rasa mengantuk kemudian tangan kita angkat seperti takbiratul ihram seraya mengucap ALLAHU AKBAR, taruh tangan di dada .. berpindah alam.. 
    “LA ILAHA ILLA ALLAH MUHAMMADAR RASULULLAH”

    PERHATIAN !!
    Pengertian diatas hanya sebagai suatu gambaran saja, jangan diambil sebagai pegangan kalau belum maqam, dikhawatirkan salah mengartikan tanda-tanda.
    Bahwa, hal inilah yang akan dialami saat mematikan diri sebelum kematian itu datang, 
    “MAUTU QABLA ANTAL MAUT”
    “Taklukan kematian atau kematian yang menaklukan-mu”

    Ilmu Hakekat InsanIlmu Hakekat Usul Diri
  • Humaidi Ahdi Mantaff…Pak Zul. Seperti manakib Datu Suban yang kembali seperti cahaya dan Datu Sanggul yang kembali seperti air dan lenyap tanpa bekas. Nah, dimanakah jalur kita ini dan bagaimana kita tahu bahwa jalur kita sudah benar? salam.Terima kasih.
  • Fahmi Dasal Mksh bng ats pncrahanya apa tnda stiap mqam yg d lwati stiap org scra umum mhon pncrahan bang
  • Fahmi Dasal Mksh bng ats pncrahanya apa tnda stiap mqam yg d lwati stiap org scra umum mhon pncrahan bang
  • Ilmu Hakekat Insan @Humaidi Ahdi

    Setiap orang sudah berada pada jalurnya, dan setiap jalur menurut pandagan orang tersebut adalah benar, group ini tidak berbicara salah dan benar, karena setiap orang pasti akan memandang lurus pada jalur yang di laluinya.

    Adanya jalur karena adanya kehidupan, berpeganglah kepada hidupmu, hidup itulah Nyawa, Nyawa itulah MUHAMMAD, jangan engkau ragu dengan jalurmu.

    LA ILAHA ILLA ALLAH
    LA = Hidup
    ILAHA = Ruh
    ILLA = Nafas
    ALLAH = Nyawa

    Inilah peganganmu.
    Jangan cari lagi..!
  • Ilmu Hakekat Insan @Fahmi Dasal, Tanda adalah anugerah atau pemberitahuan ‘perintah kembali’ bagi yang telah mengenal, secara umum bagi yang belum mengenal, maka lihatlah bagaimana cara mereka kembali?
  • Humaidi Ahdi Terima kasih atas pencerahannya.salam
  • Ali Murtado alhamdu lillah, terima kasih banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s