~ Kenali ~

“KENALI”

Sahabatku..
Aku telah bersaksi bersama hatiku.
Akan firman sucinya,

“Demi matahari ketika sepenggal naik, demi malam ketika sudah sunyi, Aku tak pernah meninggalkanmu, apalagi membencimu, Aku menunggu sepenuh rindu, sampai akhir nafasmu, karena akhir lebih baik daripada permulaan”
(Ad-Duha 1-4)

Subhanallah…
Maha suci Engkau yaa Allah..
Luas ampunanMu tak terkatakan yaa Allah…
Tiada Tuhan selain Engkau yaa Allah..
Tiada kesedihan melainkan izinMu yaa Allah..
Tiada kehidupan melainkan kehendakMu yaa Allah..
Tiada kematian melainkan kehendakMu yaa Allah…

Datang… datang… datanglah… wahai sahabat…
Dengarkan hatimu memanggilmu..
Datanglah… genggam tanganNya..
Sujud.. sujud.. sujud.. dalam dekapan malam…
Serahkan semua air mata kesedihanmu, bawa serta segala duka nestapa.
Tak perlu ragu, akan kutunjukan padamu makna terdalam sebuah persahabatan, karena aku akan melepasmu, membebaskanmu, dari dalam sangkar, hasrat dan keinginan..
Melepas jiwamu terbang merdeka, kembali pada fitrahmu.., kembali ke-maha ampunanNya..
Ampunan yang sungguh tak melihat semua keburukanmu, ampunan yang akan memandikanmu.

Suatu saat kamu akan percaya..
Bukan pada tulisan,
Bukan pada bacaan,
Bukan kata orang,
Tapi dari pengalamanmu sendiri
Perjalanan hati makrifat pada illahi
Yang lidah tak mampu katakan
Pena tak mampu tuliskan
Kanfas tak mampu gambarkan…

Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahu Akbar

Satukan detak jantung dan nafas menyatu dengan senandung alam,

Laillahaillallah.. Laillahaillallah.. Laillahaillallah..
Allah… Allah… Allah…
Yaa Hu… Yaa Hu… Yaa Hu…

Setan yang dikatakan terkutuk tak pernah merampas hak milik Allah, tak pernah memvonis orang lain kafir, setan hanya bertugas menggoda, itupun tak berlaku bagi yang ada dalam benteng keimanan.
Jangan pedulikan sebagian orang yang mengadilimu, yang menyalahkanmu, yang mengatakan kau sesat, yang mengatakan kau kafir, mereka belum tahu…, mereka telah merampas hak Allah, untuk mengadili, memvonis… padahal itu hak Allah.

Sahabat yang dirahmati Allah.
Sepasang mata yang kita miliki hanya pinjaman, untuk kita memandang perilaku kita sendiri, sepasang kaki yang ada itu juga pinjaman untuk kita melangkah atas nama cinta..,
Coba lihat dan teliti lagi ragamu..
Bagian tubuh mana yang jadi milikmu..?
Kita peminjam.., peminjam yang baik selalu mengingat pemilik sesungguhnya, itulah zikir yang sebenar-benar zikir yaitu mengingat Allah pemilik sejati dan kita pemilik sementara.

Sahabat..
Apapun yang telah terjadi padamu, entah derita lahir, entah derita batin, dariNya adalah kasih sayang semata.

Demi masa
Menyelamlah..
Pejamkan matamu
Lihat Aku…, teman kesedihanmu, yang tetap setia bersamamu meski seluruh dunia meninggalkanmu.
Sesungguhnya tiap kesulitan ada kemudahan
Pasti…! Allah maha pasti!
Semua kesulitan.. semua perih lahir batin…
Akan menjadi petunjuk, akan menjadi lentera, akan memberi tahu..
Bahwa, dalam hatimu ada sebuah rumah, yang akan menjadi istana bila diluaskan dengan kesabaran..
Pemilik rumahmu bernama Allah… bernama Muhammad…
Dekati.. KENALI.. cintai.. agar hidupmu berarti..
……………

Suka ·  · Berhenti Mengikuti Kiriman · 26 September 2012 pukul 1:24

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s