~ Ketika membawa badan ~

Barang siapa hendak membawa badan, jangan tertinggal dengan nyawa.
Maka banyaklah nafas yang kanan dengan nafas yang kiri.
ucapkanlah dzikir, seperti katanya :

“LAA ILAHA ILLA ALLAH’

Sesudah nafi, lepaskanlah badan kita dari hak milik Allah Ta’ala.

Maka jangan tertinggal atau terganti, ingatlah kalimat Syahadat,
itulah yang mengandung Dzat, Sifat, Asma dan Af’al.

Alam Misal yang bersyahadat,
Alam Ijsam akan tempatnya,
Alam Insan kesempurnaan dirinya.

Sebut menyebut nama wujud yang dzahir

Seperti katanya :

“ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH”
Tajjali artinya bertubuh.

“WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH”
Ber-sifat artinya ber-fi’li

Maka,
Barang siapa mengucap yang tersebut ini,
Itulah yang dikatakan Sunnah artinya badanku jua..
Itulah artinya badan kita di lepas dari pada hak milik Allah SWT.

……..

Suka ·  · Berhenti Mengikuti Kiriman · 26 Desember 2012 pukul 9:33

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s