~ Tubuh dan Ruh Qadim ~

Tubuh dan Ruh itu sama-sama Qadim
Pengertian ini bersumber dari pada Makrifatunnafsi.Artinya :
Mengenal diri dari pada Allah dan tiada pernah terpisah dengan Allah sejak awal yang tiada berawal, hingga kepada akhir yang tiada berakhir.
Demikian pula yang dikatakan Tubuh dan Ruh dzahir.Sejak awal memang tiada terpisah keduanya, karena pada masa qadimnya yang dzahir dibungkus oleh yang qadim, sedangkan setelah dzahir maka yang qadim pula di bungkus oleh yang dzahir, hanya ganti tempat saja secara Rahasia.

Demikian pula sebentar lagi, apabila sampai panggilan Ilahi untuk kembali ke Rahmatullah, tentu demikian pula dan tetap di selubungi oleh cahaya dari pada NUR MUHAMMAD, sepanjang masa.

“ANNA MINALLAH WA ALAMA MINNI”
Aku dijadikan dari pada Allah dan sekalian alam ini dijadikan dari padaku jua.

Tubuh dzahir inipun berasal dari pada Allah, bukan dari tanah.
Sebab telah kita pahami sebelumnya, bahwa ‘ALHAMDU’ itu adalah tubuh dzahir kita, dan telah di mengerti pula bahwa ‘ALHAMDU’ itu adalah badan manusia, serta nama dari pada Nabi dan nyatanya tuhan pada kita.

Dengan demikian maka ia pula yang di katakan FATIHAH serta ia pula yang dikatakan IMAM.

Sabda Nabi SAW :
“Barang siapa yang sholat yang tiada mengenal akan imamnya tidak syah sholatnya”

Demikian pula yang di namakan AKBAR,
Akbar itu sebenarnya adalah kita atau penggerak Alhamdu.
Jadi, dalam Kalimatul Tauhid pengertian ‘ALLAHU AKBAR’ adalah Allah itu Tuhan dan Akbar itu kita.

Oleh karena itu, maka dalam pelaksanaan ini harus betul-betul ‘Tauhidun Hakiki’, karena apabila tidak demikian maka terdapatlah di dalamnya apa yang di katakan ‘Sirkun hafiyin’ atau perserikatan terselubung.

Ingat..!!
Perserikatan yang dzahir bisa disadari namun perserikatan terselubung ini sangat halus, tidak disadari, jadi bagaimana untuk meminta ampun kepada Tuhan. Inilah yang harus di waspadai karena merusak Tauhid seseorang.

Seperti halnya dalam mengucapkan ‘Dua kalimah syahadat’.
Hal ini sangat berat hukumnya, namun menyebutnya sangat di gampangkan orang.
Sesungguhnya kalau di renungkan dalam-dalam, mengingat rukun dan syaratnya, maka sangatlah berat akan pelaksanaan-nya.

Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · 26 Desember 2012 pukul 23:55

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s