~ Nur yang awal ~

‎Bahwasanya yang pertama-tama terjadi pada Diri-ku sesudah Nur yang awal-awal adalah Nur Habibi,
Di kata oleh ‘bahasa tasauf pasaran’ adalah Dzat Allah.

Lalu IA mengatakan dzikir yang awal-awal yaitu Nur Muhammad SAW dan bersholawat yang awal-awal Nur Muhammad SAW,
Maka, Nur Muhammad memuji diri sendiri kepada Nur Habibi yang awal-awal.
Dzikir Nur yang awal-awal yaitu :

“LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD UJUDULLAH”
Tiada yang disembah melainkan Allah,
Tiada lain ..
Wahai.. Tuhan, bahwasanya Diriku pada ujud DiriMu jua,.

“LAA ILAHA ILLALLAH NUR HAQQULLAH”
Tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah, maka Dialah rahasia Nur awal-awal dan rahasia Nur Muhammad SAW.

**** Itulah RAHASIA yang telah DIRAHASIAKAN ****

Bahwa,
Martabat AHADIYAH bermaksud atau bermakna pengakuan pada ke-ESA-an, ke-BESAR-an, dan ke-SEMPURNA-an , NUR MUHAMMAD SAW semata-mata.
Sejalan dengan bunyi ayat ;
“FISITTATI AYYA MIN SUMAS TAWA ALAL ARSY”
Kesempurnaan kejadian semesta alam adalah dalam 6 masa (hari PERHIMPUNAN), kemudian sempurnalah kebesaran ALLAH kejadian Arsyi yang Maha Mulia.

Maksud kalimat diatas adalah :
Tiada lain hanya NUR MUHAMMAD SAW,
DIA yang bertajjali, DIA.. DIA.. jua..
Maha Suci yang menamai dirinya sendiri..
Yaitu Ismu Dzat,
Namanya yaitu ALLAH.

Karena ada ‘bahasa tasauf pasaran’ maka menjadi simpang siur,
Paham ini berawal pada zaman kegoncangan terjadi yaitu kaum Yazid sampai kepada pemerintahan Bani Abbas,
Mereka merubah paham yang Haq kepada yang Batil..
Maka, mulailah timbul sifat 20, lalu timbul tentang adanya paham Dzat, bahwa Allah itu Laisa Kamislihi Syaiun.

HU itulah adanya yang laisa kamislihi syaiun..
HU itulah yang benar-benar Sifat 20.
HU itulah diri hakiki Nabi kita SAW.
HU tajalinya bernama HUWA JIBUL WUJUD (namanya ALLAH).

Jadi..
HU dan HUWA Sebenar-benarnya NUR MUHAMMAD SAW jua pelakunya

“ASYHADU ANNI AHMAD AINUL HAQ”
Itulah yang bernama RAHASIA DIRI,
RABBANI namanya.

Berdiri Sholat jua pun tiada yang lain
“USHALI HAQQI MUHAMMADIN ALLAHU AKBAR”

“ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAHU MUHAMMADURRASULULLAH”
Dalam satu nafas, tarik .. tahan 1 detik..
Inilah Syahadat yang di pakai oleh Ahli Bai’at.

hmm🙂

Boleh juga,

“ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADDARASULULLAH”
Kalau sudah paham meluruskannya.

………………….

Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · 12 Januari pukul 19:50

  • Ay Ver Al Ghaniy mohon nyimak z bang zul?:-)
  • Firdaus Sikumbang Ma’rifat sudah, hakikat juga sudah…. tapi sempurnanya disyariat…. Untuk itu mari kita sama2 sempurnakan dengan melapangkan yang dibumi supaya yang dilangit melapangkan dada kita semua dalam memahami apa yang telah Pak Zul Ajarkan kepada kita semua , ini no rek beliau: ZULKARNAIN BANDJAR, 1190005849482, BANK MANDIRI
  • Inspiktur Raju alhamdulillah makasih penjelasanya guru mohon ijin memakainya
  • Muhammad Zainuri Nugroho trimakash atas tambhan fahmnya guru…
  • Dayat Naga SUBHANALLAH… blm ada sy brtemu org yg bijak dan terbka dlm mnjwb prtnyaan2, smuan,y santun, singkt, tepat dan tegas, TRIMAKSH MAHA GURU, tetap brsama dlm bimbignMU adalh anugrah yg tak ternilai, trmksh ide dari Inyiak Parisai
  • Ilmu Hakekat Insan @Inyiak Parisai, @Dayat Naga

    Alhamdulillah, terima kasih atas segala perhatian yang telah di berikan…
    Group ini lebih memperhatikan ‘penyakit’ dari pada ‘deposit’
    Tiap-tiap kita menderita ‘penyakit kelahiran dan kematian’
    Semua mempunyai hak untuk perhatian dan pertimbangan,
    Resep obat sudah di berikan, cara dietpun sudah diterangkan,
    Jika kebimbangan dan kesedihan-mu kambuh, makanlah obat dan jagalah diet,.. jangan lupakan rumah-mu disini.

    ………
  • Firdaus Sikumbang Pak Zul saya fahamnya baru sampai masalah syariat makanya syariat yg saya kemukakan, jadi mohon maaf kalo saya lancang…. bagi saya tak mungkin “makan” hanya makrifat sama hakikat saja… harus disempurnakan dengan syariatnya yaitu menyuap nasi heheheheh
  • Dayat Naga maaf tuan guru, tiada artinya sekdar dari hamba di bndingkn ilmu yg tlh tuan guru berikn kpd hamba slama ini, mhn kesediaan tuan guru, slm hormat slalu,
  • Ilmu Hakekat Insan @Inyiak Parisai, @Dayat Naga,

    Dalam mendapatkan Ilmu Ketuhanan baiknya secara iklas,

    Sejalan dengan bunyi pada surah Yasin ayat 21 :

    “Ikutilah oleh kamu semua orang-orang yang tidak meminta bayaran, mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk”

    Keiklasan dalam membimbing dan menerima bimbingan akan menciptakan kwalitas keilmuan yang tiada tara, sehingga pemahaman akan ilmu yang diberikan, naik terus sampai pada tingkat ketepatan yang pasti, sebagaimana yang di harapkan.
    Sebaliknya,
    Kakaulah rasa iklas berkurang dari salah satunya, maka berkurang pulalah kwalitas spritual yang di jalaninya,
    Semoga hal ini tidak menimpa pada group ini,

    Adapun bagi yang menjaga ikatan Mutualisme saya hargai dengan baik,
    Semua itu sah-sah saja selama dilakukan dengan hati yang gembira, memang ada benarnya jika sebuah ilmu itu harus di hargai namun penghargaan itu bukan berupa nominal saja tapi juga dengan moral.

    Semoga dengan keiklasan ini dapat menelorkan pencerahan spritual yang signifikan.
    Amin Yaa Rabbal Alamin.
  • Asep Teten TERIMA KASIH BANYAK GURU ATAS PENCERAHANNYA…. SANGAT JELAS DAN DIPAHAMI… BARAKALLOH……
  • Asep Teten MOHON IJIN / IJAZAH MEMAKAINYA GURU …. SEMOGA HIDAYAH DAN TAUFIK MENYERTAI KITA SEMUA SENANTIASA…AMIN.
  • Nurul Karimah Amin Yaa Rabbal Alamin.. mudah2an saya dapat meneladan Keiklasan dan Kesabaran guru dalam beramal
  • Firdaus Sikumbang Ilmu Hakekat Insan…. seperti yg Pak Zul sampaikan Ikhlas, itu kan dua sisi sama halnya dengan Ridho dua sisi juga … guru ikhlas murid tidak ikhlas maka ilmu hanya sampai “dipengetahuan” tidak sampai “difaham”…. makdsud saya bukan membayar tapi “mempraktekan” ikhlas itu sendiri, karna saya masih yakin Pak Zul masih manusia seperti saya jg yg mempunyai kebutuhan layaknya saya
  • Asep Teten Semoga saja jadi barokah …..
  • Mochammad Nur Iman Alhamdulillahi rabbil alamiin.. Terima ksh atas tambahan ilmunya Guru., salam salim..

One thought on “~ Nur yang awal ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s