~ Khawasul khawas ~

‎Dalam pandangan Tasauf umum maka Khawasul khawas adalah penekanan agar manusia wajib melihat Wajah Allah dengan menggunakan 9 wajahnya, hal ini terkait dengan 5X Sholat fardhu yang didalamnya ada 9 Tashahud, maka pada waktu-waktu itulah wajah-wajah ini akan keluar, (melahirkan semula bayi makna)

Bahwa,
Kita harus mampu mencapai makna Hakekat manusia yang sebenar-benarnya, yang disebut “Tiflul Ma’ani” atau Bayi Ma’nawi.

** 9 Wajah itu bertajjali hakekatnya SATU jua **

Itulah yang di maksud dengan Hakekat SULUK.

Tujuannya semata-mata adalah DA’IMUN SHOLAT.
Mengosongkan diri dzahir dan batin, hanya berdiri Rohaniyah adanya.

“ATTAHILLANI SIFATUL MAZMUMAH WATTA HILLA BIHI SIFATUL MAHMUDAH”
Kosongkan diri dari sifat Mazmumah (sifat buruk dzahir dan batin) dan mengisi dengan sifat yang baik-baik.

Pemakaian dalam Sholah 5 waktu :
1. Mulai sholat, amaliyah, mesrakan mulai dari kepala sampai turun, itulah zuhud diri adanya.
2. Nafas turun kebawah, sabil turun naik disitu membaca Syahadat Ruh dan waktu menutup tahan dengan syahadat batin, zuhudkan Rupa kita dengan Laisa,
3. Tuh billah… tuh billah….

Yang diakui Allah Ta’ala (Rasulullah) adalah RAHASIA itu,
Bukan diakui dan yang diakui, tiada berbeda, melainkan IA jua yang mengakui,
Itulah Rasulullah SAW yang mengenalnya, IA jua yang mengagumi adanya,
Itulah sebenar-benarnya GAYATUL MAKRIFAT,

Baca-bacaan hanya menjalankan Syareat saja sebagaimana yang di bawa oleh junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Dialah yang diakui, RAHASIA itulah Kuncinya.
Hanya IA menyembunyikan dirinya, tanpa di ingat karena sudah sedia adanya.

Hanya orang yang di KARUNIAI atau orang yang di BAI’AT atau orang yang di pimpin oleh ZURIAT Rasulullah SAW itulah yang akan DIKENALKAN bagi dirinya.

Yaitu lebih dzahir dan terlebih nyata diri dan segala yang nyata adalah Dzat Allah atau Nur yang awal-awal (HUWA) itulah rahasia Gayatul Makrifat.

Bermula yang bernama Rahasia AHDIYAH yaitu hidup,
Lalu berkehendak mendzahirkan dirinya disebut WAHDAH,
Manakala lanjutlah kehendaknya itulah namanya WAHDIYAH,

Kemudian menilik IA pada sifat Jalal dan Jamalnya maka dzahirlah IA pada alam Kudsi (Alif), isyarat pemakaian yang hakiki, sholat jatim namanya yaitu NUR MANIKAM,
Adapun alam Kudsi yaitu ubun-ubun bernama RABBUN,
Tujuh lapis langit itulah BAITUL MAKMUR namanya,
Dan tatkala rahasia itu berkehendak mendzahirkan dirinya SYAKULLAH namanya

Rahasia Allah itulah Nur yang awal-awal,
Tetap asyiknya SIRULLAH namanya,
Dan tatkala rahasia itu berkehendak di dada bapak, Tuh billah KUNTU KANZA MAKHFIAH namanya,
Dan tatkala rahasia pada pusat bapak Tik.. Tik.. samar-samar, KANZA MADZI namanya,
Dan tatkala rahasia itu turun ke sulbi terus ke kolam DETIK MANI namanya,
Tatkala rahasia itu jatuh ke rahim ibu KUNTUM MANIKAM namanya, Nuktah rupanya,
Mengenal dirinya Allah atau tajjali SIFAT namanya,
Hanya dengan gerak Rabbun, tatkala IA jatuh berfirman :

“ASSALAMUALAIKU WARAHMATULLAH”

Bernama IA RAHMATULLAH,
inilah sebabnya di dalam Sholat ada Salam dan Amin,

Lalu berfirman IA :

“AL INSANU SIRRI WA ANA SIRRUHU”

Ketika jatuh pada rahim itu hanya hidup di hari semalam,
Itulah berkekalan adanya,
SHOLAT DA’IM namanya,
Pemakaiannya satu gerak mesrakan dengan lembut, bernama IA ALLAH,
Keluar adalah rahasia diri, rahasia HUWA, hanya di ketahui saja adanya,

Tiga hari tiga malam NUR namanya,
Tiada huruf dan suara, GERAK PERINTAH namanya,
Ketika tujuh hari tujuh malam ZUHUD namanya,

Tahan nafas kembalikan diri kita,
Ujudkan, leburkan, diri tiada berdarah, berdaging, bertulang, berbulu, hanya semata-mata.

Ketika rahasia diri hidup 40 hari RUH namanya (daging segumpal).
Ketika rahasia diri hidup 4 bulan 20 hari mulai berbentuk rupa INSAN, Mudgah namanya,
Tujuh bulan tujuh hari MUHAMMAD namanya, hidup sempurna,
Tatkala IA lahir INSAN KAMIL namanya

Dzahir berupa insan ini suci lagi kamil,

Siapa yang mengetahui Ilmu ini maka sempurnalah dirinya dari dunia sampai akhirat.
Pasti akan kenal dengan RASULULLAH SAW.

Itulah yang hilang lenyap,
Itulah Rahmatullah,
Itulah Khawasul khawas,
Itulah Hakekat Insan,
Itulah akhir pengajian kita,

Itulah Ilmu yang HAQ dari ZURIAT Rasulullah SAW.

Akhirul kalam,
Carilah sahabat yang bisa di ajak bergaul dari dunia sampai akhirat, karena Rasulullah SAW ‘tersenyum’ melihat kedudukan yang istimewa akan orang-orang yang cinta akan ilmu yang Haq ini.

…………….

Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · 16 Januari pukul 3:58

3 thoughts on “~ Khawasul khawas ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s