~ Sahabat ~

UNTUK PARA SAHABAT
Hal pertama yang ingin sekali di sampaikan adalah :

“Aku bertanggung jawab atas kalian dengan apa yang telah aku sampaikan dunia wal akhirat”

Semakin hari pembahasan semakin bertambah-tambah, kalian yang sudah mengikuti mulai dari awal hendaknya bisa menjaga dan menerapkan perlahan-lahan secara benar dengan sepenuh hati, dan jika belum paham tanyaklah secara baik.
Dapatnya seseorang mencapai sesuatu hanya karena mengagungkan sesuatu itu, dan gagalnya juga hanya karena tidak mau mengagungkannya.
Laduni itu tidak akan datang, kecuali kalian mau mengagungkan ilmu, Ahli ilmu, dan menghormati keagungan guru.

Sahabat,
Maafkan bila sebagian yang pernah bergabung disini ter-hapus namanya..
kalian adalah orang-orang hebat yang terpilih guna mengenal diri yang haq.
namun, mengapa harus ‘keluar’..?
Keluar bukan berarti terpisah karena yang sudah terbaur tak boleh di ceraikan, semata-mata hanya menunggu kerinduan yang muncul dari lubuk hati terdalam, mengajak kalian kembali dalam kebersamaan.
Sesungguhnya ilmu akan menarik siapa yang butuh akan ilmu, maka biarkan ilmu yang menarik kalian masuk kembali kedalam.

Awal kebersamaan adalah karena undangan, undangan disampaikan karena ada kesamaan minat, minat yang kuat seharus tak mudah terpatahkan begitu saja, maka tetaplah dengan usahamu untuk segara terhimpun kembali.

Perlahan-lahan kalian akan di pahamkan, walau sebahagian dari kalian masih bimbang, ragu, khawas, dan mungkin takut,
Tidak banyak orang yang menyampaikan hal ini, sebahagian besar menyembunyikannya, lalu mengapa harus dibuka-kan kepada kalian?
Sebenarnya bukan di buka tapi SUDAH TERBUKA, namun karena tidak terbiasa dibincangkan maka di katakana tertutup.
Kalian semua adalah sahabat-sahabatku yang terbaik, walau tak pernah jumpa secara dzahir namun dekat di batin.
Adakah di antara kita yang pernah jumpa ..?

Ketika kalian jauh aku dekati dengan ilmu, ketika kalian dekat aku hindari ilmu ini, janganlah berburuk sangka, tetaplah.., hanya mereka yang rindu yang merasakan kehilangan, inilah caraku memuliakan ilmu agar kalian pun dimuliakannya.

Banwa, Ilmu nur yang haq ini hanya bisa diperoleh bilamana kalian mampu meletakkan diri sendiri sebagai murid dari seorang guru, kenali Mursyid yang dzahir, dapatkan ilmu dan ridhonya barulah terhubung ke Mursyid yang batin, kalau sudah terhubung dari yang benar-benar haq, maka akan langsung kepada Rasulullah SAW, berarti sudah mendapat jaminan ‘Selamat’

Berbahagialah, karena untuk menuntut ilmu saat ini tidak perlu harus berkelana, korban materi, waktu dan tenaga seperti pendahulu kalian, kini banyak cara bisa dilakukan, melalui laptop atau ponsel, yang dapat dibawa kemana-mana,

Akhirul kalam,

Jangan lagi‘mengunci kepala dari pengetahuan ini,
Karena profil ‘kunci yang terbuka di kepala, sudah berganti
Saatnya ‘cemerlangkan Nur yang ada di kepala’

Salam Persahabatan.

Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · 21 Desember 2012 pukul 18:30

  • Inspiktur Raju salam hormat guru
    mohon bimbingan dan ijazahnya. Saya pernah mengalami dlm diam saya masuk kedalam alam yg saya blm tau namamanya ada 4 pintu pertama ada tulisan la kedua illa ketiga ha keempat ilalloh pintu2 tersebut terbuat dr emas dan suara sholawat mohon penjelasannya
    dan restunya
  • Hendra Dermawan Sungguh suatu kehormatan dan penuh rasa syukur kepada diri saya telah di pertemukan kajian ilmu hidup ini karena inilah yang “sebenarnya ilmu hidup”…

    ALHAMDULILLAH YA RABB…
  • Ay Ver Al Ghaniy ALHAMDULILLAH,,aq masih diijinkan Allah untuk mengikuti petunjuk serta hidayahNya melalui abang yg paling kuhormati salam santun ,,?
  • Ragilucks Ra Gil Terima kasih pak atas semua ilmu yang selama ini dibagikan, sungguh luar biasa,,,, mohon do’anya pak agar semuanya ini dapat mencapai maqam kema’rifatan tertinggi agar kelak tak tersesat,,, salam wahai guru,,,
  • Mochammad Nur Iman Alhamdulillahi rabbil alamiin.. Terima kasih yg tak terhingga saya haturkan kepada Guru yg telah menerima kembali saya di dlm grup yg sangat luar biasa ini., mohon bimbingan dan ijazahnya agar smua yg Guru sampaikan dan jelaskan bisa saya pahami dan bisa saya jalankan.. Salam Hormat Guru..
  • Ilmu Hakekat Insan @Inspiktur Raju,
    Pintu bertuliskan LA itulah jalan TUBUH di katakan syariat
    Pintu bertuliskan ILLAHA itulah jalan HATI di katakan Tarekat
    Pintu bertuliskan ILLA itulah jalan NYAWA di katakan Hakekat
    Pintu bertuliskan ALLAH itulah jalan RAHASIA di katakan Makrifat

    Sholawat adalah penghubung ke-empat pintu tersebut,
    Karena Sholawat sebagai pengikat agar tidak bercerai satu dengan yang lain.
    Empat pintu ada dalam satu diri, “KUN SHOLLI ALAIHIM” itulah sholawat diri.
  • Inspiktur Raju aminx3 terima kasih atas penjelasannya. Bolehkah saya minta ijazahnya mengenahi syahadat guru. mohon dijelaskan supaya saya bisa istiqomah dlm menjalankannya
  • Ilmu Hakekat Insan @Inspiktur Raju,
    Seorang kepala sekolah hanya memberikan ijazah kepada muridnya yang lulus.
    Yang memberikan nilai dalam ijazah adalah muridnya sendiri tergantung dari hasil ujian yang diberikan.
    Tugas kepala sekolah sifatnya hanya merestui.

    Petunjuk ujian :
    Bernafaslah seperti biasa secara rileks, harus merasa nyaman tidak boleh kaku.
    Sesuai kebiasaan, berapa perbandingannya?
    berapa detik saat naik/tarik, berapa detik saat turun/hembusan
    tambahkan tahan nafas antara naik dan turun.

    Naik:tahan:turun = 1:1:1 atau 1:2:1 atau 1:3:1 atau 1:4:1 tingkatkan… sesuaikan kemampuan, jangan di paksa, tahan itulah Mi’raj kita.
    Naik:tahan:turun = 1:1:2 atau 1:1:2 atau 1:1:3 atau 1:1:4 seterusnya.. lazimi, jangan di paksa, turun tapi tidak boleh terhembus melalui hidung, mesrakan.. lebur dzahir dan batin itulah bertubuh ‘Nur’
    Selanjutnya kombinasikan pada tahan nafas dan turun nafas.

    Waktu naik nafas perlahan boleh dengan syahadat batin “NUR KUN ILLA HUA HAQ”
    Boleh juga tidak memakai huruf dan suara, karena kalian sudah memiliki dan direstui.
  • Humaidi Ahdi Pak Zul, berarti turun nafas itu dikeluarkan melalui mulut?salam
  • Inspiktur Raju aminx3 terima kasih pejelasannya. mohon doa restunya
  • Ilmu Hakekat Insan @Humaidi Ahdi, Maksud tidak terhembus melalui hidung adalah kata ‘seakan-akan’, yang bisa berarti ‘sesungguhnya’, dilatih secara perlahan, tidak boleh di paksa, karena saat nafas turun itu di mesrakan masuk melalui aliran darah keluar ke bulu-bulu pada kulit seluruh anggota tubuh hingga ke sulbi.
  • Mochammad Nur Iman Amiin.. Terima ksh penjelasannya., mohon izin dan doa restunya agar bisa menerapkan dgn benar..
  • Dayat Naga tuan guru blh jbrkan sdkt ttg martabat tuhan yg kadim? smg tuan guru sllu sehat amin3x
  • Humaidi Ahdi terima kasih atas pencerahannya…salam
  • Ilmu Hakekat Insan
    Alhamdulillah, selamat bergabung kembali, Dayat Naga
    Group ini selalu terbuka bagi siapa saja yang betul-betul ingin mempelajarinya, terhapusnya sebagian nama anggota dari group ini semata-mata hanya ‘penguji’ kecintaan kalian atas ilmu Allah Ta’ala yang Haq, itu saja tiada lain.
    Di buat demikian agar timbul kerinduan, karena hanya kerinduan itulah yang membawa kalian mencapai pengetahuan yang haq ini.

    Yang Qadim disebut Martabat Ketuhanan yaitu :
    1. Ahdiyah = Dzat
    2. Wahdah = Sifat
    3. Wahdiyah = Asma

    Yang Muhaddas disebut Martabat hamba yaitu :
    1. Alam Ruh
    2. Alam Misal
    3. Alam Ijsam
    4. Alam Insan

    Manusia berada dalam Martabat Alam Insan.

    Niscaya tiada ‘tersunyi’ bagi manusia yang Arif, karena dari Martabat empat yang Muhaddas ini nyatalah bayang-bayang Martabat tiga yang Qadim itu jua..

    Sebab,
    Mustahil bayang-bayang itu ada dan tercerai dari yang Empunya bayang.
    Mustahil wujud bayang itu lain dari yang Empunya bayang.
    Mustahil Bayang-bayang itu akan dirinya sendiri tanpa Dzat Empunya bayang.
    Mustahil bergeraknya bayang-bayang dengan tiada gerak yang Empunya bayang.

    Jadi,
    Seperti laut dan gelombang, seperti udara dan angin, seperti matahari dan cahayanya,
    Itulah gambaran Martabat Ketuhanan yang Qadim dan Martabat hamba yang Muhaddas.
  • Mochammad Nur Iman Amiin..mohon ijin ikut nyimak penjelasannya, pangestune Guru, terima kasih ..
  • Ocan Evol kalau ingin belajar dasar tentang syariat..tarekat …hakekat dan ma”rifat …bagaimana cara nya…Om?
    Ortu q sudah mengikuti ..tapi q belum sempat belajar ..
    beliau sudah tiada..
  • Ilmu Hakekat Insan @Ocan Evol

    Dasar pemahaman tentang “syariat, tarekat, hakekat dan makrifat”

    Ber-syareat artinya kita mengikuti perintah Allah dan menjauhi laranganNya, secara dzahir menyerahkan diri karena membesarkan Allah dasar pengetahuan di ambil dari Ilmu Fikih.

    Ber-tarekat artinya kita men-sahaja-kan nama Allah dengan ilmu dan Amal, sesuai apa yang kita tuntut dan ketahui, caranya ber-macam-macam ‘seribu guru seribu pendapat’ ilmunya dinamai Tasauf

    Hakekat itu kebenaran yang hakiki yang didapat dari keduanya.
    Makrifat itu puncak atau hasil akhir

    Syareat kerjakan
    Tarekat menuntut
    Hakekat menentukan
    Makrifat meng-ia-kan

    Tiada dzahir syariat melainkan dengan hakekat sebaliknya tiada batin hakekat melaikan dengan dzahir syareat. karena, syareat batin dinamakan hakekat, syareat dzahir dinamakan Fikih, tiada cerai keduanya, jika di ceraikan akan memberi cedera kepada agama.

    Sebab,
    Semuanya di katakan Syareat Muhammad SAW,
    Sabda Nabi SAW :
    “Syareat itu perkataanku, Tarekat itu perbuatanku, Hakekat itu kediamanku, Makrifat itu keadaanku”

    Artinya :
    Syareat itu jalan Tubuh
    Tarekat itu jalan Hati
    Hakekat itu jalan Nyawa
    Makrifat itu jalan Rahasia

    Sama artinya dengan :
    Syareat itu tubuh Muhammad
    Tarekat hati Muhammad
    Hakekat ruh Muhammad
    Makrifat Sir Muhammad

    ………….
    Itulah dasar pemahamannya, menurut Ilmu Hakekat Insan

  • Dayat Naga trmksh tuan guru ats pencerahn ‘y, apa setiap k hakekat hrs dgn ilmu tasauf? salam
  • Ilmu Hakekat Insan @Dayat Naga, @Ocan Evol,

    Sesungguhnya tiada terpisah satu dengan yang lain, karena dalam berkeyakinan seseorang itu harus jalan melalui setiap pintunya yaitu :

    Ilmal yakin = awal timbul keyakinan karena dalil, bacaan dan perkataan.
    Ainul yakin = keyakinan di tindak lanjutinya dengan menjalani dan merasakan.
    Haqqul yakin = setelah mengalami akhirnya menemukan keyakinan yang haq.
    Kamilul yakin = maka sempurnalah keyakinannya

    Sedangkan pengertian TASAUF dillihat dari hurufnya maka :

    TA (Tajrid),
    Artinya mensucikan diri dari dosa dzahir dan batin, tiada mempunyai daya upaya, berserah diri seutuhnya.

    SOD (Shofa),
    Artinya hening, jernih tiada keruh, kembali kepada nama ‘Kun Asma’ Dzat yang mutlak, bercahayalah ia. .

    WAW (Wafa),
    Artinya memasuki sifat kepujian (mahmuda), tiada syirik jalan dan khafi.

    FA (Fana),
    Artinya karamlah dalam laut pertemuan yang gaib kepada yang maha gaib, fana sifat kepada Dzat, tiada sepertinya dan seumpamanya

    Maka :

    TA itulah tauhid Af’al
    SOD itulah tauhid Asma
    WAU itulah tauhid Sifat
    FA itulah tauhid Dzat

    ……….
  • Dayat Naga alhamdulillah, rasa ‘y bnyk skl yg ingin hamba tanyakan, mohon tuan guru tdk keberatn tuk menjwb’y, trmksh yg tak terhgga atas kesedian menjwb pertnyan2 hamba slama ini, ada satu hal lg yg sampai skrang msh mnjdi pertanya bsr, yaitu mengapa tidak ada yg bs meliht/kenal wajah Rasulullah?
  • Ilmu Hakekat Insan ………..
    Pertanyaan yang kritis Dayat Naga
    Bila sudah ter-rangkai segala permasaalahan dalam agama, kalian akan mengetahuinya juga, biarlah perlahan-lahan saja.

    Coba lihat dalam Al-Qur’an surah An-Nisa’ ayat 80,

    مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ وَمَنْ تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

    Siapa yang taat kepada Rasul, maka sesungguhnya ia taat kepada Allah. Tetapi apabila berpaling belakang, maka kami mengutusmu untuk menjadi pengawal atas mereka itu.

    Ayat di atas menjelaskan bahwa yang di utus oleh Allah sebagai Rasul untuk menjadi pengawal itu ialah MUHAMMAD.;

    Yang perlu dimengerti dan dipahami adalah :

    Muhammad itu siapa..?, yang mana..?, dan di mana..?

    Dalam pembahasan-pembahasan terdahulu kalian sudah mengetahui, bahwa yang di maksud itu semuanya tidak terpisah dengan diri kita sendiri, karena itulah tauhid yang Hakiki.

    Jadi,
    Yang dimaksud dengan Rasul ialah Muhammad,
    Sedangkan semasa dzahirnya Muhammad diselubungi oleh AKBAR,

    Tujuannya adalah :
    Kita disuruh taat pada pentunjuk yang keluar – masuk yaitu Nafas yang tidak terlihat sebab itulah Rasul sebagaimana yang di maksud oleh ayat di atas.
    …………….
  • Dayat Naga SUBHANALLAH, smua itu ternyata ada jawabn’y, mungkn krn blm bs km rangkai tuan guru hati mulia, lega rasa’y ht hamba, beribu2 tks yg tak terhingga, slm sujud hamba.
  • Inspiktur Raju yg ke1…apakah dalam keluar masuknya nafas itu kita mengunakan syahadat rosul atau HU Allah mohon penjelasannya.ya ke2.. Dikala kita melihat kita mengimami diri kita sendiri(1:4) apakah maksudnya mohon penjelasannya
  • Ilmu Hakekat Insan @Inspiktur Raju,
    Turun naik nafas kita sedianya sudah HU ALLAH maknanya, walau tanpa huruf tanpa suara.

    Keluar-masuk mesra bernama Allah dan Muhammad

    Karena,
    Sekalian Arsyi tiada pernah sunyi dari nama Allah dan nama Rasulullah SAW.

    Artinya
    Seluruh bunyi yang kita dengar baik yang besar atau yang kecilpun tiada lain maksudnya adalah menamai dari Arsyi kebesaran Allah.
    Hanya kita perlu kembalikan dengan kesadaran dan ‘restu’ kepada Nur Muhammad SAW semuanya, kembalikan ke batin bunyi yang banyak menjadi PUJI yang satu.

    KEMUDIAN.

    Kalau ingin di lazimi dengan syahadat Rasul, maka caranya :

    Saat naik nafas perlahan dengan kalimat “SHOLLAH.. U.. ALA MUHAMMAD”
    Tahan di atas semampunya (ingat! Jangan dipaksa)
    Turun nafas mesrakan dengan kalimat “SHOLLALLAH.. U.. ALA MUHAMMAD”
    Sesudah menahan nafas jangan keluarkan nafas ‘teguk liur’

    Lazimi jangan bosan-bosan 100X.. 1000X.. kurang atau lebih jangan di hitung.

    Sewaktu menahan M..E..S..R..A..K..A..N.., fanakan diri, disinilah kalau sudah mantap pandang suhud ini akan mengetahui sendiri . AMIN YA RABBAL ALAMIN
  • Mochammad Nur Iman Amiin… Mohon ijin nyimak, mohon doa restu Guru agar bisa menerapkan dan menjalankan dgn benar., terima kasih, salam hormat..
  • Inspiktur Raju aminx3 makasih atas penjelasannya.
  • Ocan Evol Bapak Ilmu Hakekat Insan..kalau belajar untuk memahami ilmu ne …sulit ya kalau tidak rutin dan berkelanjutan …
  • Ilmu Hakekat Insan @Ocan Evol,
    Kata-kata yang di pakai untuk menguraikan ilmu Makrifat adalah kata-kata yang penuh membawa maksud, karena makrifat adalah zona pengalaman maka ketika coba disampaikan dalam bentuk bahasa menjadi bayang-bayang pengalaman itu sendiri yang penuh makna bukan sesungguhnya.

    Oleh karena itu cara belajar dan memahaminya-pun pelan-pelan, bertahap agar tidak kelihatan sulit,

    Sebenarnya tidak ada yang sulit, Ilmu menjadi sulit karena belum diketahui, tapi kalau sudah di ketahui menjadi mudah dan ringan.

    Bunga-bunganya saja yang banyak, buahnya sedikit, ceritanya banyak, intinya sedikit itulah yang diambil.

    Yang rutin dan berkelanjutan bukan belajarnya saja, nanti kapan kerjanya? Yang terutama aplikasikan yang sedikit dalam kehidupan sehari-hari, dari sedikit itu akan menjadi banyak, kalau memang HAQ akan datang jua.., karena ilmu yang khas ini adalah anugerah.
    Demikian semoga berkenan

    Dalam buah ada biji, di dalam biji ada lembaga, di dalam lembaga itu hampa tiada apa-apa, namun dari yang hampa itu sudah tergambar sebuah pohon yang utuh didalamnya ada akar, batang, dahan, daun dan buahnya. Itulah gambaran ilmu yang sedikit
  • Jou Kota Alifa Salam Guru …
    Terima Kasih atas ajarannya … Semoga anugrah dan rahmat
    Kasih dan sayang Nya selalu menyertaimu .. Amiin!
  • Muhammad Zainuri Nugroho terimaksih sudah dikenalkan walau hanya sebentar mudh- mudhan membawa berkah yang dapat membukakan pemahaman kita dan dapat mengerti secara benar lalu melaksanakan dengan iklas….terima kasih guruku mudhan Allah swt Ridho dengan semuanya ini teriring do”a “Jaza kumullahu khairoti wa sa’adatid dunya wal akhirah. Amin……
  • Asep Teten Subhanalloh walhamdulillah… semoga Allah memuliakan mu Guru atas mulianya Ilmu ini…..
  • Ocan Evol Trims ..penjelasan nya
    Pak Ilmu Hakikat Insan..bisakah belajar tanpa guru pembimbing?
    Aplikasikan yang sedikit dalam kehidupan sehari hari ..maksud nya apa Pak?
  • Mualafy Saza subhanallah..
    sy tau kapasitas antum berbicara tentang “tanggungjawab”..
    sy kira antum memang pantas utk mengatakan demikian..
    krn antum memiliki kapasitas itu..

    wahai sahabat yg ada digrup ini
    ikutilah petunjuk “Ilmu Hakekat Insan”, krn beliau memiliki kapasitasnya akan ilmu yg beliau tulis.

    salam ta’dzim
    sy turut mngikuti grup..

    semoga qt semua selamat..
    selamat yg sebenar-benarnya selamat..
  • Asep Teten Amin Yaa Rabbal alamin.
  • Ilmu Hakekat Insan @Ocan Evol,
    Kalau pertanyaannya bisa atau tidak jawabnya bisa. karena ada sebagian orang mengatakan demikian,

    Tapi.. sepertinya akan banyak pertanyaan yang harus di jawab, di bandingkan ada yang membimbing kita sampai ke tempat tujuan.

    Mengaplikasikan yang sedikit maksudnya di awali dengan membersihkan hati, itu saja tak banyak-banyak.
  • Murid Pakguru assalamu’alaikum.. sy ditambahkan lg dlm grup ini, pdahal kl tak slh sy dah jd anggota grup.. tp tak apalah terima kasih dah dimasukkan lg salam..
  • Hermanoby Oby Pak Zul yang baik, Lama sy ikutin kelompok fb ini, sy ikutin pula blognya, seperti temen2 lainnya kita hy ingin berlaku layaknya sprt Air (gambaran Sujud dlm gerakan sholat) mengalir terus mencari dengan kerendahan hati berharap bisa bertemu dengan lautan ilmu. Setiap kita sebenarnya memiliki Ilmu tak pandang itu sedikit ataupun banyak karena menurut saya (mohon bimbingan jk salah) sejak hayat masuk kejasad ilmupun ikut melekat. Pak Zul, ibarat saya yg membawa sebuah, timba yg tadinya sudah ada isi airnya tapi berhasrat ingin mencari tambahan air, tentu saya tuang dan simpan dulu ditempat yang baik dan aman, karena bila tak saya simpan terlebih dahulu, walaupun telah kutemukan air seluas danau tak mungkin bisa kuisi timbah yg masih ada isinya kan? tertumpah(beliberr) percuma!. Jika timbah kosong sy akan dengan sepuasnya mengambil air tsbt walaupun dalam pandangan keruh, air bisa disaring hingga jernih baru bisa kucampurkan dgn air yg sebelumnya kupunya itu. Berharap yg tadinya hanya bisa utk “cuci muka” saja, tapi karena sdh menemukan air yg byk, jadi bisa utk mandi “membersihkan sekujur badan” Artinya begini walau kita sudah merasa berilmu, tak patutla kita merendahkan keilmuan yg dimiliki org lain, itu berarti kita berlaku bodoh dengan menutup diri dgn masuknya ilmu-ilmu yg lain kan…? Ok begitu saja koment dr sy, terimakasih pak telah mengundang sy utk ikut klmpok yg sangatt bermanfaat ini.
  • Ocan Evol Trims ..Pak …akan diupayakan …
  • Khasim Awang Terima kasih Bapak Zul kerana mengekalkan saya didalam group ini…
  • Firdaus Sikumbang Ma’rifat sudah, hakikat juga sudah…. tapi sempurnanya disyariat…. Untuk itu mari kita sama2 sempurnakan dengan melapangkan yang dibumi supaya yang dilangit melapangkan dada kita semua dalam memahami apa yang telah Pak Zul Ajarkan kepada kita semua , ini no rek beliau: ZULKARNAIN BANDJAR, 1190005849482, BANK MANDIRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s